Kekuatan IPA terletak pada kemampuan merumuskan hipotesis yang memacu dikembangkannya berbagai kemampuan berpikir mahasiswa. Praktikum memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk merencanakan suatu eksperimen dengan mencoba menggunakan berbagai prosedur dalam rangka memecahkan suatu permasalahan. Praktikum dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan kritis mahasiswa. Kemampuan tersebut tidak dapat berkembang pada pembelajaran IPA tanpa praktikum. Praktikum riil bisa meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa pada semua aspek keterampilan berpikir kreatif, namun skornya masih rendah, skor maksimum 51. Rendahnya skor praktikum mahasiswa disebabkan karena praktikumnya bersifat verifikatif dan kaku berpedoman pada panduan sehinga mahasiswa menjadi bosan, jenuh dan malas. Sehubungan dengan hal ini, praktikum harus didesain sedemikian rupa, tidak hanya untuk memperjelas konsep tetapi juga mampu mengembangkan potensi peserta didik. Pendidik harus mampu mengembangkan model praktikum yang tepat sehingga kebutuhan belajar peserta didik terpenuhi. Salah satu model praktikum yang diduga efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran pada bidang IPA adalah Ekowisata berbasis burung Megapodius reinwardt.
Copyrights © 2022