Al-Qur’an adalah kitab suci yang Allah turunkan melalui malaikat Jibril kepada Nabi terakhir yaitu Nabi Muhammad Saw sebagai petunjuk dalam kehidupan manusia untuk mencapai kemakmuran hidup di dunia dan akhirat. Kemampuan membaca Al-Qur’an bagi umat Islam menjadi sebuah keharusan, sudah seharusnya diajarkan sejak dini. Terdapat beberapa metode yang bisa digunakan dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada santri. Salah satu metode praktis yang sering dipakai guru dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada santri adalah metode qiraati. Belajar Al-Qur’an menggunakan metode qiraati dilakukan langsung dengan membaca atau mempraktekkan bacaan Al-Qur’an secara tartil sesuai kaidah ilmu tajwid dengan 4 tahapan: 1) kelas pra qiraati, 2) kelas jilid 1-6, 3) kelas Al-Qur’an, 4) kelas akhir atau finishing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran al-Qur’an di TPQ Hidayatussibyan Kecamatan Subah kabupaten Sambas terbagi ke dalam tiga kelompok, yaitu kelompok dasar (mengenal huruf dan makhraj atau santri yang masih terbata-bata), kelas menengah yaitu santri yang sudah bisa membaca al-Qur’an, namun masih terdapat kesalahan seperti mad wal qasar, tajwid, dan lain-lain. Sedangkan kelas atas adalah santri yang belajar tilawah atau jenis-jenis lagu dan tahfidz al-Qur’an. penggunaan metode qiraati pada kelas dasar di TPQ hidayatussibyan sangat efektif, hal ini terlihat dari peningkatan kemampuan membaca al-Qur’an santri setelah menggunakan metode qiraati.
Copyrights © 2021