Tekanan darah merupakan suatu indikator penting dalam kesehatan karena tekanan darah mencerminkan seberapa besar darah menekan dinding arteri saat jantung memompa darah. Tekanan darah yang tinggi biasa kita sebut dengan hipertensi. Orang yang mengalami hipertensi cenderung memiliki resiko penyakit jantung koroner dan stroke hemoragik. Faktor yang menjadi pemicu terjadinya hipertensi salah satunya adalah kualitas tidur yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kualitas tidur dengan tekanan darah. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional analitik dengan sampel karyawan dan karyawati Universitas Tarumanagara. Data diambil langsung dengan mengukur tekanan darah responden dengan Sphygmomanometer dan kualitas tidur dinilai menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index. Didapatkan 42 responden, dimana 18 diantaranya memiliki kualitas tidur yang baik dan 24 lainnya dengan kualitas tidur yang buruk. Responden yang memiliki tekanan sistolik normal sebanyak 80,9% dan tekanan sistolik yang tidak normal sebanyak 19,1%, sedangkan responden yang memiliki tekanan darah diastolik normal sebanyak 64,3% dan tekanan diastolik tidak normal sebanyak 35,7%. Berdasarkan hasil uji statistik dengan Chi Square tidak ditemukan adanya hubungan yang bermakna antara kualitas tidur dan tekanan darah sistolik (p < 0,734) maupun tekanan diastolik (p < 0,353) pada karyawan dan karyawati di Universitas Tarumanagara.
Copyrights © 2019