Frans Pangalila
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan tingkat keparahan sepsis dengan diabetes melitus terkontrol dan tidak terkontrol menggunakan parameter Hba1c di Rumah Sakit Royal Taruma Jakarta Barat periode 2015-2017 Burhan Gunawan; Frans Pangalila; Marina Ludong
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i2.3827

Abstract

Diabetes Melitus adalah salah satu permasalahan kesehatan dunia yang memiliki efek jangka panjang yang buruk jika tidak ditangani dengan baik. Salah satu permasalahan yang dapat timbul adalah defek pada sistem imunitas tubuh, sehingga menjadi faktor predisposisi untuk mengalami infeksi yang berat. Hal inilah yang kemudian menjadi dasar tingginya kejadian sepsis yang berat pada pasien Diabetes Melitus yang tidak terkontrol.  Faktor  utama  penyebab  keparahan  sepsis  pada  pasien  tersebut  adalah karena aktivasi faktor koagulasi di jaringan sehingga meningkatkan fragmen-fragmen protrombin. Hal ini akan diperburuk jika terdapat kontrol darah yang buruk pada pasien Diabetes Melitus. Oleh karena itulah digunakan parameter HbA1c yang dapat merepresen-tasikan kontol gula darah jangka panjang sekaligus menjadi prediktor dari tingkat keparahan sepsis pada pasien Diabetes Melitus. Metode penelitian adalah analitik observasional, dengan desain  cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan pasien Diabetes Melitus dengan glukosa darah terkontrol mengalami tingkat kejadian sepsis yang lebih parah, yaitu severe sepsis dan syok sepsis. Ditemukan kemaknaan perbedaan tingkat kejadian sepsis secara statistik (p=0,01). Sebagai  kesimpulan, pasien Diabetes Melitus dengan gula darah tidak terkontrol terbukti mengalami tingkat kejadian sepsis yang lebih parah dibandingan dengan yang terkontrol, sejalan dengan kadar HbA1c nya.
Hubungan kualitas tidur dengan tekanan darah pada karyawan Universitas Tarumanagara Erri Pratama; Frans Pangalila
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i2.3831

Abstract

Tekanan darah merupakan suatu indikator penting dalam kesehatan karena tekanan darah mencerminkan seberapa besar darah menekan dinding arteri saat jantung memompa darah. Tekanan darah yang tinggi biasa kita sebut dengan hipertensi. Orang yang mengalami hipertensi cenderung memiliki resiko penyakit jantung koroner dan stroke hemoragik. Faktor yang menjadi pemicu terjadinya hipertensi salah satunya adalah kualitas tidur yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kualitas tidur dengan tekanan darah. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional analitik dengan sampel karyawan dan karyawati Universitas Tarumanagara. Data diambil langsung dengan mengukur tekanan darah responden dengan Sphygmomanometer dan kualitas tidur dinilai menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index. Didapatkan 42 responden, dimana 18 diantaranya memiliki kualitas tidur yang baik dan 24 lainnya dengan kualitas tidur yang buruk. Responden yang memiliki tekanan sistolik normal sebanyak 80,9% dan tekanan sistolik yang tidak normal sebanyak 19,1%, sedangkan responden yang memiliki tekanan darah diastolik normal sebanyak 64,3% dan tekanan diastolik tidak normal sebanyak 35,7%. Berdasarkan hasil uji statistik dengan Chi Square tidak ditemukan adanya hubungan yang bermakna antara kualitas tidur dan tekanan darah sistolik (p < 0,734) maupun tekanan diastolik (p < 0,353) pada karyawan dan karyawati di Universitas Tarumanagara.
Hubungan kadar albumin dengan Hba1c pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Rumah Sakit Royal Taruma Jakarta Barat periode tahun 2018-2019 Felyn Gaputri; Frans Pangalila
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i2.7838

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat resistensi insulin. Penyakit ini dapat mempengaruhi kadar HbA1c serta albumin plasma. Penulis ingin mengetahui hubungan kadar HbA1c terhadap albumin pada pasien terdiagnosis DM tipe 2 di Rumah Sakit Royal Taruma Jakarta Barat. Sudi analitik kategorik dengan desain potong lintang dan pengambilan sampel dilakukan secara non random sampling dilakukan terhadap 84 pasien yang menderita diabetes mellitus tipe 2. Data didapatkan dari rekam medik. Didapatkan adanya hubungan bermakna antara kadar HbA1c dan kadar Albumin (p=0,002) berdasarkan uji Chi-Square.