Astigmatisma merupakan salah satu kelainan refraksi mata yang umum dijumpai diseluruh dunia. Berbagai macam faktor resiko menunjukan keterlibatannya dalam memicu timbulnya astigmatisma, salah satu faktor utamanya adalah genetik. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara faktor genetik dengan astigmatisma pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta angkatan 2013. Penelitian ini bersifat analitik cross-sectional yang dilakukan pada 142 responden. Pengumpulan data menggunakan metode non-random consecutive sampling, dengan cara penelitiannya melakukan pengukuran visus mata dan wawancara kuesioner tentang riwayat astigmatisma orangtua. Data yang diperoleh dilakukan uji Chi square dan didapatkan hasil perhitungan resiko dengan Prevalence Rate Ratio (PRR). Dari 141 responden didapatkan responden yang astigmatisma dengan atau tanpa riwayat astigmatisma pada orangtua sebesar 63 orang (44,4 %), orangtua yang astigmatisma dengan atau tanpa riwayat astigmatisma pada anak sebesar 29 orang (20,4%), dan responden astigmatisma dengan orangtua astigmatisma sebesar 20 orang (69,0%). Dari penelitian ini ditemukan adanya hubungan yang bermakna antara astigmatisma dengan faktor genetik (p-value 0,005). Responden yang memiliki riwayat astigmatisma pada orangtuanya memiliki risiko 1,812 kali lebih besar (PRR = 1,812) terkena astigmatisma dibandingkan responden dengan orang tua tanpa riwayat astigmatisma
Copyrights © 2019