Gangguan pendengaran dapat disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya penyakit hipertensi. Pembuluh darah di telinga mempunyai kemungkinan terkena dampak dari hipertensi yang tidak diintervensi sehingga mengakibatkan gangguan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi pendengaran pada penderita hipertensi pasien di pos kesehatan Universitas Tarumanagara. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain cross-sectional menggunakan data rekam medik pasien hipertensi di pos kesehatan Universitas Tarumanagara periode November 2015 – April 2016 kemudian dilakukan pemeriksaan audiometri nada murni. Jumlah responden sebanyak 40 orang dengan distribusi usia berkisar antara 29 tahun hingga 63 tahun. Prevalensi gangguan pendengaran pada penelitian ini adalah 30% dengan distribusi derajat gangguan pendengaran terbanyak adalah gangguan pendengaran derajat ringan yaitu (15%). Jenis kelamin tidak merupakan faktor risiko gangguan pendengaran pada hipertensi dan distribusi sisi telinga yang mengalami gangguan pendengaran terbanyak adalah sisi telinga kiri (77.7%)
Copyrights © 2019