World Health Organization tahun 2016 melaporkan sekitar 26,67% masyarakat di dunia mengalami gangguan mental berupa gangguan cemas dan depresi. Berbagai terapi farmakologi dan non-farmakologi telah dikembangkan untuk membantu memperbaiki tingkat kecemasan manusia, salah satunya adalah penggunaan musik klasik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh music klasik terhadap tingkat kecemasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan uji controlled-trial kepada kelompok sample dengan menggunakan parameter kuisioner STAI-S (Spielberger’s State and Trait Anxiety Inventory-State) untuk menilai tingkat kecemasan. Total responden yang mengikuti penelitian ini adalah sebanyak 60 orang dan terbagi ke dalam 2 kelompok (perlakuan dan kontrol). Studi ini merupakan studi analitik komperatif variable numerik dan dalam melakukan analisa data digunakan uji-t independent. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa music klasik secara statistik tidak memiliki pengaruh terhadap tingkat kecemasan.
Copyrights © 2019