Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan salah satu dari berbagai pilihan alat kontrasepsi. Pemakaian jangka panjang merupakan salah satu kelebihan dari AKDR, tetapi AKDR juga memiliki beberapa efek samping, termasuk menorrhagia yang merupakan keluhan yang paling sering terjadi. Menorrhagia merupakan gangguan menstruasi yang ditandai dengan menstruasi lebih dari 7 hari dan jumlah darah yang keluar lebih dari 80 mL. Menorrhagia dapat disebabkan oleh kelainan pembekuan darah, ketidakseimbangan hormon, infeksi panggul, pemasangan AKDR, dan fibroid termasuk mioma uteri. Studi potong lintang ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan AKDR terhadap abnormalitas kadar hemoglobin, dan juga mengetahui hubungan faktor-faktor risiko terkait penggunaan AKDR seperti usia, indeks masa tubuh (IMT), lama penggunaan AKDR dan paritas dengan kadar hemoglobin. Pengumpulan data termasuk hasil laboratorium untuk kadar hemoglobin dilakukan di RS Islam Cempaka Putih Jakarta Pusat antara Mei-Agustus 2017. Dari total 80 responden, kadar hemoglobin rendah didapatkan pada 13 (32,5%) responden diantara 40 pengguna AKDR dan 14 (35,0%) responden diantara 40 pengguna non-AKDR. Penelitian ini tidak mendapatkan hubungan yang bermakna antara penggunaan AKDR dengan terjadinya kadar hemoglobin yang rendah (p=0,81). Walaupun tidak didapatkan hubungan yang bermakna, terdapat indikasi adanya hubungan yang potensial antara faktor-faktor risiko seperti usia, IMT dan lama penggunaan AKDR dengan kejadian kadar hemoglobin rendah
Copyrights © 2020