Andriana Kumala Dewi
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan antara penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim faktor risikonya dengan kadar hemoglobin di RS Islam Cempaka Putih Jakarta Pusat Amelia Amelia; Andriana Kumala Dewi
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i2.7829

Abstract

Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan salah satu dari berbagai pilihan alat kontrasepsi. Pemakaian jangka panjang merupakan salah satu kelebihan dari AKDR, tetapi AKDR juga memiliki beberapa efek samping, termasuk menorrhagia yang merupakan keluhan yang paling sering terjadi. Menorrhagia merupakan gangguan menstruasi yang ditandai dengan menstruasi lebih dari 7 hari dan jumlah darah yang keluar lebih dari 80 mL. Menorrhagia dapat disebabkan oleh kelainan pembekuan darah, ketidakseimbangan hormon, infeksi panggul, pemasangan AKDR, dan fibroid termasuk mioma uteri. Studi potong lintang ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan AKDR terhadap abnormalitas kadar hemoglobin, dan juga mengetahui hubungan faktor-faktor risiko terkait penggunaan AKDR seperti usia, indeks masa tubuh (IMT), lama penggunaan AKDR dan paritas dengan kadar hemoglobin. Pengumpulan data termasuk hasil laboratorium untuk kadar hemoglobin dilakukan di RS Islam Cempaka Putih Jakarta Pusat antara Mei-Agustus 2017.  Dari total 80 responden, kadar hemoglobin rendah didapatkan pada 13 (32,5%) responden diantara 40 pengguna AKDR dan 14 (35,0%) responden diantara 40 pengguna non-AKDR. Penelitian ini tidak mendapatkan hubungan yang bermakna antara penggunaan AKDR dengan terjadinya kadar hemoglobin yang rendah (p=0,81). Walaupun tidak didapatkan hubungan yang bermakna, terdapat indikasi adanya hubungan yang potensial antara faktor-faktor risiko seperti usia, IMT dan lama penggunaan AKDR dengan kejadian kadar hemoglobin rendah
Gambaran pasien bersalin dengan ketuban pecah dini di RS Sumber Waras berdasarkan kriteria Robson Rahma Nurhidayah; Andriana Kumala Dewi
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.24400

Abstract

Peningkatan angka seksio sesarea terutama di negara yang berpenghasilan menengah ke atas saat ini menjadi perhatian dunia. Hal tersebut dipicu oleh seksio sesarea yang dilakukan pada ibu hamil kelompok berisiko rendah. WHO mengusulkan penggunaan kriteria Robson sebagai standar global untuk menilai, memantau dan membandingkan tingkat seksio sesarea dalam fasilitas kesehatan dari waktu ke waktu dan antar fasilitas. Kriteria Robson mengklasifikasikan semua persalinan ke dalam satu dari sepuluh kelompok berdasarkan enam parameter. Ketuban Pecah Dini dapat dikaitkan dengan kejadian seksio sesarea dan dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok Robson. Ketuban pecah dini merupakan masalah penting dalam masalah obstetri yang juga dapat menyebabkan infeksi pada ibu dan bayi serta dapat meningkatkan kesakitan dan kematian pada ibu dan bayi. Metodologi penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain penelitian cross sectional dengan jumlah 56 ibu bersalin dengan ketuban pecah dini yang menjalani seksio sesarea di RS Sumber Waras Jakarta Barat. Hasil penelitian dari rekam medis periode Januari-Desember 2020 didapatkan pada kelompok 4 dengan 50%, sedangkan yang terendah yaitu kelompok 8 dengan 1,78%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah prevalensi ibu bersalin dengan ketuban pecah dini yang menjalani seksio sesarea di RS Sumber Waras Jakarta Barat adalah 76,71% serta menunjukkan bahwa kelompok 4 pada kriteria Robson memiliki jumlah yang paling tinggi yaitu 28 orang (50%).