Rinitis alergi secara klinis didefinisikan sebagai gejala-gejala hipersensitivitas pada hidung yang diinduksi oleh inflamasi (IgE-dependent) setelah terpapar alergen. Gejala-gejala rinitis alergi termasuk rinore, hidung tersumbat, hidung gatal-gatal, bersin, dan postnasal drip yang reversibel. Studi ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi rinitis alergi berdasarkan gejala klinis pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2015. Studi deskriptif dengan pendekatan potong lintang dilakukan pada 89 responden. Kuesioner berdasarkan ARIA guidelines 2010 dan sampel diambil dengan judgemental sampling. Hasil studi menunjukkan responden yang diduga menderita rinitis alergi berjumlah 12 (13,5%) orang.
Copyrights © 2020