Minuman ekstrak buah-buahan dalam kemasan merupakan salah satu jenis minuman populer di kalangan masyarakat. Berbagai jenis merek minuman tersebut sudah beredar luas. Dalam berbagai promosi iklannya, minuman ekstrak buah-buahan sering diklaim mengandung antioksidan. Diperlukan metode uji antioksidan untuk melihat aktivitas antioksidan dalam minuman-minuman tersebut. Studi bersifat eksperimen in-vitro. Sampel studi adalah empat kemasan minuman ekstrak buah-buahan berbeda merek. Keempat kemasan tersebut diuji dengan metode uji antioksidan spektrofotometrik DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil), yang dilakukan pada panjang gelombang 517 nm sehingga didapatkan nilai persen free radical scavenging activity (% FRSA) sebagai nilai acuan untuk melihat aktivitas antioksidan. Analisis dilakukan secara statistik dengan uji one-way ANOVA pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil analisis percobaan menunjukkan dua di antara keempat kemasan memiliki aktivitas antioksidan, yang ditunjukkan dengan nilai rerata % FRSA positif yaitu 73,71% dan 67,62%. Dua kemasan lainnya tidak memiliki aktivitas antioksidan, yang terlihat dari nilai rerata % FRSA negatif yaitu -24,76% dan -44,57%. Hasil tersebut ternyata menunjukkan ekstrak buah-buahan dalam kemasan tidak selalu mengandung aktivitas antioksidan karena ada pengaruh berbagai zat lain di dalam kemasan tersebut. Dua dari empat kemasan minuman ekstrak buah-buahan berbeda merek memiliki aktivitas antioksidan. Dua kemasan lainnya tidak memiliki aktivitas antioksidan.
Copyrights © 2021