Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan aktivitas antioksidan berbagai minuman ekstrak buah-buahan dalam kemasan Cipta Mahendra; Ayly Margaret; Evelyn Loanda
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i2.11741

Abstract

Minuman ekstrak buah-buahan dalam kemasan merupakan salah satu jenis minuman populer di kalangan masyarakat. Berbagai jenis merek minuman tersebut sudah beredar luas. Dalam berbagai promosi iklannya, minuman ekstrak buah-buahan sering diklaim mengandung antioksidan. Diperlukan metode uji antioksidan untuk melihat aktivitas antioksidan dalam minuman-minuman tersebut. Studi bersifat eksperimen in-vitro. Sampel studi adalah empat kemasan minuman ekstrak buah-buahan berbeda merek. Keempat kemasan tersebut diuji dengan metode uji antioksidan spektrofotometrik DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil), yang dilakukan pada panjang gelombang 517 nm sehingga didapatkan nilai persen free radical scavenging activity (% FRSA) sebagai nilai acuan untuk melihat aktivitas antioksidan. Analisis dilakukan secara statistik dengan uji one-way ANOVA pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil analisis percobaan menunjukkan dua di antara keempat kemasan memiliki aktivitas antioksidan, yang ditunjukkan dengan nilai rerata % FRSA positif yaitu 73,71% dan 67,62%. Dua kemasan lainnya tidak memiliki aktivitas antioksidan, yang terlihat dari nilai rerata % FRSA negatif yaitu -24,76% dan -44,57%. Hasil tersebut ternyata menunjukkan ekstrak buah-buahan dalam kemasan tidak selalu mengandung aktivitas antioksidan karena ada pengaruh berbagai zat lain di dalam kemasan tersebut. Dua dari empat kemasan minuman ekstrak buah-buahan berbeda merek memiliki aktivitas antioksidan. Dua kemasan lainnya tidak memiliki aktivitas antioksidan.
Imunodefisiensi primer dan deteksi dininya Cipta Mahendra
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i2.11763

Abstract

Penyakit imunodefisiensi primer (primary immunodeficiency disease/PID) merupakan keadaan di mana terjadi defek sistem imun yang disebabkan mutasi pada kode genetik yang mengkode komponen-komponen penyusun sistem imun tubuh. Kelainan ini tergolong jarang atau langka namun menurunkan kualitas hidup dan bahkan dapat sampai mengancam nyawa bagi penderitanya. Terapi definitif yang tersedia hingga kini pun juga masih terbatas dan berbiaya tinggi. Artikel ini dimaksudkan terutama bagi dokter umum layanan primer yang mungkin jarang atau bahkan belum pernah mendengar tentang keadaan ini sebelumnya sebagai pengantar agar dapat mengenali penyakit dalam praktik sehari-hari.