Aktivitas fisik memiliki dampak menguntungkan terhadap kesehatan salah satunya sistem kognitif. Waktu reaksi merupakan parameter seberapa cepat respons terhadap rangsangan. Waktu reaksi penting bagi atlet, dokter, tentara maupun kondisi dalam menyetir kendaraan karena berhubungan dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi. Berdasarkan studi terdahulu, didapatkan makin tinggi intensitas aktivitas fisik akan makin menurunkan tingkat kewaspadaan. Tujuan studi ini untuk mengetahui pengaruh setelah aktivitas fisik terhadap rerata waktu reaksi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Studi bersifat eksperimental non-equivalent comparison group. Pengambilan 32 responden dengan tehnik non-random sampling. Waktu reaksi diukur menggunakan metode ruler drop test. Hasil studi didapatkan rerata waktu reaksi sebelum perlakuan kelompok kontrol sebesar 0,191 ± 0,02 s dibanding kelompok uji sebesar 0,168 ± 0,02 s, dengan selisih rerata 0,023 s, nilai p = 0,012. Rerata waktu reaksi setelah perlakuan duduk tenang kelompok kontrol sebesar 0,172 ± 0,02 s dan setelah perlakuan step test kelompok uji sebesar 0,186 ± 0,02 s dengan selisih rerata -0,014 s, nilai p = 0,079.Terdapat perbedaan bermakna rerata waktu reaksi antara kelompok kontrol dan uji sebelum diberikan perlakuan. Kelompok uji rerata selisih waktu reaksi pre-intervensi – post-intervensi adalah -0,018 ± 0,01 s, nilai p < 0,0001; p < 0,05. Waktu reaksi sebelum dan setelah perlakuan step test pada kelompok uji mengalami perubahan bermakna dengan memanjangkan waktu reaksi responden.
Copyrights © 2021