Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh aktivitas fisik terhadap fungsi kognitif dengan uji waktu reaksi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Paulina Selvilla; Susy Olivia Lontoh
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i2.11754

Abstract

Aktivitas fisik memiliki dampak menguntungkan terhadap kesehatan salah satunya sistem kognitif. Waktu reaksi merupakan parameter seberapa cepat respons terhadap rangsangan. Waktu reaksi penting bagi atlet, dokter, tentara maupun kondisi dalam menyetir kendaraan karena berhubungan dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi. Berdasarkan studi terdahulu, didapatkan makin tinggi intensitas aktivitas fisik akan makin menurunkan tingkat kewaspadaan. Tujuan studi ini untuk mengetahui pengaruh setelah aktivitas fisik terhadap rerata waktu reaksi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Studi bersifat eksperimental non-equivalent comparison group. Pengambilan 32 responden dengan tehnik non-random sampling. Waktu reaksi diukur menggunakan metode ruler drop test. Hasil studi didapatkan rerata waktu reaksi sebelum perlakuan kelompok kontrol sebesar 0,191 ± 0,02 s dibanding kelompok uji sebesar 0,168 ± 0,02 s, dengan selisih rerata 0,023 s, nilai p = 0,012. Rerata waktu reaksi setelah perlakuan duduk tenang kelompok kontrol sebesar 0,172 ± 0,02 s dan setelah perlakuan step test kelompok uji sebesar 0,186 ± 0,02 s dengan selisih rerata -0,014 s, nilai p = 0,079.Terdapat perbedaan bermakna rerata waktu reaksi antara kelompok kontrol dan uji sebelum diberikan perlakuan. Kelompok uji rerata selisih waktu reaksi pre-intervensi – post-intervensi adalah -0,018 ± 0,01 s, nilai p < 0,0001; p < 0,05. Waktu reaksi sebelum dan setelah perlakuan step test pada kelompok uji mengalami perubahan bermakna dengan memanjangkan waktu reaksi responden.
Pengaruh perubahan posisi terhadap tekanan darah pada karyawan dan karyawati RSU Purwogondo Yusuf Damar Jatinugroho; Susy Olivia Lontoh
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i2.11762

Abstract

Salah satu cara menilai kesehatan sistem kardiovaskular adalah dengan mengukur tekanan darah. Perubahan nilai tekanan darah dapat dipengaruhi oleh perubahan posisi pada saat pemeriksaan. Ketika seseorang dalam keadaan spontan berubah posisi dari berbaring, lalu duduk atau berdiri, perubahan tekanan darah juga terjadi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan posisi terhadap tekanan darah pada karyawan dan karyawati RS Purwogondo. Metode yang digunakan adalah experimental dengan pre-test and post-test design.  Responden studi sebanyak  80 orang memiliki rerata usia 29.98 tahun dengan usia terendah 18 tahun dan tertinggi 56 tahun. Tekanan darah sistolik saat berbaring adalah 118,18±13,982 mmHg, tekanan darah sistolik saat duduk adalah 116,34±13,281 mmHg dan tekanan sistolik saat berdiri adalah 113,00±14,142 mmHg. Hasil ini menunjukan adanya penurunan tekanan darah sistolik dari posisi berbaring ke duduk lalu ke berdiri. Tekanan darah diastolik saat berbaring 77,13±9,404 mmHg, tekanan darah diastolik saat duduk adalah 79,13±9,458 mmHg dan tekanan diastolik saat berdiri adalah 79,28±9,544 mmHg. Hasil ini menunjukan adanya peningkatan tekanan darah diastolik dari posisi berbaring ke duduk lalu ke berdiri. Hasil perbandingan rerata uji paired sample t-test menunjukan terdapat perbedaan bermakna pada tekanan darah sistolik duduk terhadap berdiri dan tekanan darah diastolik berbaring terhadap duduk dengan nilai p <0,05, tetapi tidak bermakna pada tekanan darah sistolik berbaring terhadap duduk dan tekanan darah distolik duduk terhadap berdiri.
Hubungan intensitas bermain game online terhadap aktivitas fisik mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2019-2020 Felix Chandra Waluyo; Susy Olivia Lontoh
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i1.13725

Abstract

Masa kini orang semakin jarang melakukan aktivitas fisik karena kemudahan akibat kemajuan teknologi. Game online merupakan salah satu bentuk perkembangan teknologi sebagai sarana hiburan. Intensitas bermain game online bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi aktivitas fisik karena tidak perlu keluar rumah untuk bermain. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara intensitas bermain game online dengan aktivitas fisik mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2019-2020. Desain studi analitik ini menggunakan pendekatan potong lintang dengan sampel studi sebanyak 194 responden. Sampel studi diambil menggunakan teknik non-random sampling.  Pengambilan data untuk intensitas bermain game online menggunakan kuisioner yang sudah divalidasi dan untuk pengambilan data aktivitas fisik menggunakan GPAQ (Global Physical Activity Questionnaire). Hasil studi menunjukkan mayoritas responden memiliki intensitas bermain game online yang rendah (90,2%) namun terdapat 19 (9,8%) orang memiliki intensitas bermain game online yang tinggi. Dari 194 responden mayoritas melakukan aktivitas fisik yang rendah yaitu sebanyak 116 (59,8%) orang. Hasil analisis uji chi-square antara intensitas bermain game online dengan aktivitas fisik didapatkan p-value = 0.652, yang berarti tidak terdapat hubungan bermakna secara statistik antara intensitas bermain game online dengan aktivitas fisik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2019-2020. Namun, responden dengan intensitas bermain tidak normal (intensitas bermain game online sedang sampai tinggi) memiliki resiko 1,515 kali lebih tinggi melakukan aktivitas fisik rendah (<600 METs) daripada responden dengan intensitas bermain normal.
Pengaruh pemberian kopi terhadap waktu reaksi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2017 dan 2018 Florencia Danyalson Phang; Susy Olivia Lontoh
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i1.13726

Abstract

Waktu reaksi merupakan durasi waktu yang dibutuhkan antara penyampaian stimulus dan respons seseorang terhadap suatu stimulus serta melibatkan gerak refleks. Kopi mengandung kafein dan berpengaruh pada waktu pergerakan dan waktu reaksi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui adakah perbedaan rerata waktu reaksi antara sebelum dan sesudah diberi intervensi yaitu minum kopi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Studi ini merupakan studi eksperimental menggunakan metode pre- and post-test design. Subjek studi sebanyak 30 responden diambil secara consecutive non-random sampling. Subjek studi dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok uji. Kelompok kontrol dihitung waktu reaksi sebelum dan sesudah meminum air mineral dan kelompok uji dihitung waktu reaksi sebelum dan sesudah meminum kopi. Waktu reaksi dinilai menggunakan metode Ruler Drop Test. Hasil penelitian didapatkan waktu reaksi sebelum diberikan kopi adalah 0,174s dengan waktu reaksi 15 menit setelah intervensi adalah 0,164s dan waktu reaksi 30 menit setelah intervensi adalah 0,155s. Data ini menunjukkan terdapat selisih antara sebelum intervensi dan 30 menit setelah intervensi sebesar 0,019s dengan nilai p = 0,02 (p < 0,05). Kesimpulan studi ini terdapat perbedaan rerata waktu reaksi sebelum dan sesudah pemberian kopi terhadap mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Kopi memberikan pengaruh berupa mempersingkat waktu reaksi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara.