DEARSIP: Journal of Architecture and Civil
Vol 1 No 1 (2021): Mei

Analisis Percepatan Waktu Dan Biaya Proyek Peningkatan Jalan Menggunakan Metode Time Cost Trade Off dengan Penambahan Jam Kerja dan Jumlah Alat(Studi Kasus: Jalan Betoyo-Dagang Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik)

Agus Setiawan (Fakultas Teknik Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2021

Abstract

Keterlambatan proyek merupakan permasalahan yang sering terjadi. Keterlambatan ini sangat merugikanpihak-pihak yang terkait, baik itu kontraktor maupun pemilik proyek itu sendiri. Namun keterlambatan tak bisaterelakkan karena pada setiap pelaksanaan terdapat berbagai kemungkinan yang dapat menyebabkanketerlambatan. Pekerjaan peningkatan jalan Betoyo-Dagang Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik, jugamengalami kendala. Yakni keterlambatan kontraktor dalam menyelesaikan progres pekerjaan. Pekerjaan inidijadwalkan akan selesai pada akhir tahun. Pada realita di lapangan progres tidak sesuai dengan jadwal yangdirencanakan. Dapat dipastikan proyek ini akan mengalami keterlambatan dalam penyelesaiannya. Salah satusolusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi keterlambatan proyek adalah dengan melakukan percepatan. Akantetapi, percepatan tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Dengan melakukan sebuah percepatan, maka biayapelaksanaan proyek akan bertambah. Oleh karena itu, percepatan harus diperhitungkan secara teliti agar durasiproyek tepat pada waktunya dan biaya yang dikeluarkan tidak membengkak.Untuk mencegah terjadinya keterlambatan penyelesaian proyek pekerjaan peningkatan jalan BetoyoDagang Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik. Dalam hal ini peneliti melakukan analisis percepatan proyekdengan menggunakan metode Time Cost Trade Off. Dengan menentukan titik kritis pekerjaan proyek pekerjaanPeningkatan Jalan Betoyo-Dagang kecamatan Manyar Kabupaten Gresik. Dengan menggunakan metode PDM(Precedence Diagram Method) dibantu dengan software Microsoft Project. Menentukan crash duration dan crashcost pada pekerjaan tersebut. Dengan menggunakan dua alternatif yakni penambahan jam kerja dan penambahanjumlah alat berat. Kemudian ditentukan cost slope dari kedua alternatif tersebut, baru dilakukan analisispertukaran waktu dan biaya dengan time cost trade off . Langkah selanjutnya menentukan waktu pekerjaan yangpaling optimum, dengan biaya terefisien.Durasi dan biaya normal proyek adalah 135 hari dengan biaya Rp. 9.490.499.000. Sedangkan jika proyekmengalami keterlambatan maka durasi yang dibutuhkan 162 hari dengan biaya Rp. 9.668.128.600. setelahdilakukan analisis percepatan menggunakan metode Time Cost Trade Off dengan penambahan jam kerja, yaknidurasi menjadi 134,3 hari dengan biaya setelah percepatan Rp. 9.581.528.000. Durasi dan biaya setelah dilakukananalisis percepatan menggunakan metode Time Cost Trade Off dengan penambahan alat berat, yakni durasimenjadi 132,6 hari. Dengan biaya setelah percepatan Rp. 9.582.026.000. Durasi dan biaya paling optimum yangharus diterapkan yakni dengan percepatan menggunakan penambahan jam kerja.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

dearsip

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture

Description

Material and structural engineering Transportation Engineering Geotechnical Engineering Water resource engineering Construction and Project management Disaster management Urban and regional planning Interior design Landscape design Housing and human ...