SAINSTEK
Vol. 9 No. 1 (2021)

Analisis Kondisi Atmosfer Saat Banjir dan Tanah Longsor (Studi Kasus : Nganjuk, 14 Februari 2021)

Estri Diniyati (Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG))
Muhammad Fa’iz Dwitrisna (Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG))
Aditya Mulya (Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG))



Article Info

Publish Date
17 Jun 2021

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rentan terhadap bencana hidrometeorologi karena memiliki potensi pembentukkan awan konvektif yang besar. Pada tanggal 14 Februari 2021, bencana banjir dan longsor melanda wilayah Nganjuk yang menyebabkan kerugian baik harta maupun jiwa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi atmosfer saat kejadian banjir dan tanah longsor di wilayah Nganjuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat fenomena La Nina yang sedang aktif di wilayah Indonesia dengan ditandai anomali suhu muka laut di Indonesia menjadi lebih hangat sebesar 1-2?. Selain itu, terdapat juga pola konvergensi angin yang melewati wilayah Nganjuk sehingga memperbesar potensi pembentukkan awan konvektif pada wilayah tersebut. Berdasarkan citra satelit Himawari-8, dengan menggunakan teknik RGB dan teknik CCO menunjukkan bahwa terdapat awan cumulonimbus yang berinisiasi menjadi awan cumulonimbus multisel. Awan multisel ini menutupi sebagian besar wilayah Jawa Timur pada pukul 08.00-18.00 UTC dengan suhu puncak di wilayah Nganjuk mencapai -77,4?. Nilai indeks labilitas atmosfer sebelum terbentuknya awan yaitu CAPE sebesar 1600-2200 J/kg dan TT index sebesar 43,5-44. Pada pukul 08.00 UTC, divergensi di lapisan 1000-900 mb menunjukan nilai -0,027s-1 hingga -0,013s-1, kemudian vortisitas sebesar 0,013-0,04 s-1. Nilai kelembapan di permukaan sebelum terbentuknya awan sebesar 80-85% kemudian meningkat saat awan telah memasuki fase tumbuh hingga punah yaitu sebesar 90-100%. Dari hasil tersebut menandakan kondisi atmosfer sedang labil sehingga mendukung terjadinya pertumbuhan awan konvektif. Hasil ini didukung dengan data pengamatan hujan pada wilayah Nganjuk dimana sebagian besar intensitas curah hujan pada wilayah tersebut termasuk dalam kategori hujan lebat hingga hujan sangat lebat mencapai 162 mm/hari.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

js

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Electrical & Electronics Engineering Engineering Materials Science & Nanotechnology Mechanical Engineering

Description

Sainstek e-Journal memiliki bidang keahlian yang terdiri dari : Teknik Sipil seperti teknik Struktur, Manajemen Konstruksi, Geoteknik, Sumber Daya Air, dan Transportasi. Teknik Elektro dan Teknik Mesin seperti Material Teknik Elektro, Pembangkitan Tenaga Listrik, Transmisi dan Distribusi, ...