Pembangunan konstruksi menara pada daerah permukiman perlu ditingkatkan mengingat Meningkatnya kebutuhan terhadap teknologi komunikasi yang murah dan mudah, sehingga harus memperhatikan kekuatan darimenera telepon seluler. Tower menara BTS pada penelitian ini adalah tower BTS yang ada di kota pekanbaru dengan ketinggian 70 Meter dengan menyajikan pengaruh beban angin dengan periode ulang selama 15 tahun. Pada penelitianini, dilakukan dengan mengolah data angin dari Kantor BMKG wilayah pekanbaru pada 15 tahun terakhir. Pengolahandata angin ini menggunakan 3 metode yaitu: a. Metode Gumbel b. Metode Log Pearson c. Metode Log Normal. Hasilyang diperoleh dari ketiga metode pengolahan data angin tersebut diambil nilai yang terbesar untuk keperluan analisastruktur yaitu sebesar 15.23 m/s. Dari hasil perhitungan, Pengaruh angin dikota pekanbaru selama periode ulang 15tahunan masih dalam kondisi aman. Perilaku perpindahan paling besar terjadi pada leg paling atas yaitu pada section 19.Stress ratio terbesar terjadi pada section paling bawah dan semakin keatas akan semakin mengecil, kecuali pada profilleg yang terinstal antenna akan mengalami stress ratio yang lebih besar. Tower menara BTS mengalami perilakustruktur baik itu goyangan, puntiran, perpindahan horizontal dan stress ratio paling besar karena pengaruh dari bebanangin yang terjadi. Tower menara BTS yang berada di kelurahan tanjung rhu dalam kondisi aman, dengan catatansebanyak 3 bracing yang terletak di section paling bawah ada overstress sebesar 0,027. Karena overstress yang terjadimasih dalam besaran yang relative kecil dan struktur yang terjadi overstress adalah bukan merupakan struktur utamamaka tower menara BTS tersebut di kategorikan aman.
Copyrights © 2017