Salah satu adab yang mulai ditinggalkan dan dianggap remeh oleh sebagian manusia yaitu adalah meminta izin, padahal adab ini sangat penting sekali dan besar manfaatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui maksud dari Penafsiran ayat-ayat Istidzan dalam Al-Qur`ân, dan bagaimana penafsiran Ibnu Katsir pada ayat-ayat Isti`dzân tersebut. Penulis sengaja memilih metode penelitian kepustakaan (library research), karena jenis penelitian ini sesuai dengan topik permasalahan yang penulis kaji yaitu studi penafsiran ayat-ayat yang berkaitan tentang meminta izin dalam Al-Qur`ân menurut Tafsir Ibnu Katsir. Penulis menggunakan jenis penelitian ini karena sepenuhnya menggunakan sumber-sumber data dari buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran Imam Ibnu Katsir dalam memaknai lafadz isti`dzân sesuai dengan konteks dan objek yang disandari lafadz isti`dzân. Ketika lafadz isti`dzân disandarkan kepada orang beriman maka maknanya adalah sifat positif yang mengajarkan tentang etika yang baik utuk meminta izin kepada orang lain berkaitan tentang hak dan wewenangnya, sedangkan jika lafadz isti`dzân disandarkan kepada orang-orang munafik maka maknanya adalah sikaf negatif yang menjelaskan tentang watak dan sikap mereka yang sebenarnya, contohnya saat diperintahkan untuk berangkat jihad maka mereka akan selalu meminta izin untuk tidak ikut berjihad dengan berbagai alasan yang bukan syar’i.
Copyrights © 2020