Fungsi wahyu Al-Qur’an adalah sebagai petunjuk kepada kebenaran hidup. Al-Qur’an juga memberikan berkah kepada mereka yang ingin membaca, mempelajari, merenungkan, dan mengamalkan isi yang terkandung di dalamnya. Melihat pentingnya fungsi Al-Qur’an, umat Islam dilarang untuk menyia-nyiakan dan meninggalkan Al-Qur’an. Namun, tidak sedikit umat Islam di zaman sekarang yang hanya membaca Al-Qur’an tanpa tadabur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tafsir As-Sa’di mengenai ayat-ayat yang mengandung kata tadabur dan bagaimana cara merenungkan Al-Qur’an menurut As-Sa’di. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tafsir maudhu’i (tematik). Hasil penelitian ini mencatat bahwa tadabur menurut As-Sa’di dalam tafsirnya adalah perintah Allah kepada umat Islam, agar mereka mau merenungkan dan menghargai isi Al-Qur’an, sehingga akan memperoleh beberapa manfaat, termasuk meningkatkan keyakinan bahwa Al-Qur’an adalah firman Allah yang membuat seseorang akan mengenal Tuhannya, menerima petunjuk kebaikan dan terlindung dari kejahatan, membuka pintu kebenaran, mendapatkan berkah dalam hidup dan juga menghindari sifat munafik dan kafir yang menolak kebenaran Al-Qur’an.
Copyrights © 2017