Sejak psikologi dinyatakan sebagai sebuah cabang ilmu pengetahuan, kiprahnya dalam ikut mensejahterakan kehidupan rakyat makin meluas. Karenanya tidak perlu disangsikan lagi bahwa Psikologi di Indonesia apabila dilibatkan dalam berbagai proses pembangunan dapat berperan serta secara aktif mengatasi persoalan bangsa dan negara. Sayangnya, di masyarakat Indonesia ada stigma peran psikologi yang mengarah bahwa job psikologi hanya itu-itu saja (Koentjoro, 1999), seperti tukang tes, konsultasi, bahkan tukang ramal. Kondisi ini diperparah dengan adanya keputusan bahwa sarjana psikologi yang lulus tahun sekian hingga tahun sekian harus melakukanujian atau pelatihan psikodiagnostika, yang notabene mengarah kepada stigma di atas.
Copyrights © 2003