Buletin Psikologi
Vol 12, No 2 (2004)

XPRESSED EMOTION PADA KELUARGA PENDERITA GANGGUAN JIWA

Nida Ul Hasanat (Unknown)



Article Info

Publish Date
29 Sep 2015

Abstract

Sebagian besar waktu kehidupan seseorang berada bersama dengan keluarga. Namun tidak dapat dipungkiri, tidak seluruh keluarga dapat memberikan atau menciptakan lingkungan yang mendukung. Dalam banyak kasus, keluarga bahkan berpotensi untuk menjadi sumber timbulnya tekanan psikologis. Sayangnya, penelitiantentang pengaruh keluarga terhadap munculnya gangguan jiwa mempunyai kendala, karena belum ada cara yang paling tepat untuk mengidentifikasi individu-individu yang rentan, yang kemudian memunculkan simtom gangguan jiwa. Akibatnya,penelitian yang dilakukan bersifat retrospektif, dimulai pada saat seseorang mengalami gangguan (untuk yang pertama kali atau pada saat ‘kambuh’), kemudian menelusuri perjalanan gangguan atau bersifat cross-sectional (Leff & Vaughn, 1985).Sebagai salah satu contoh, penelitian Vaughn & Leff (dalam Leff & Vaughn, 1985) yang meneliti pengaruh sikap keluarga terhadap kondisi klinis pasien skizofrenia menemukan, bahwa Expressed Emotion (EE) merupakan prediktor terbaik untukmenentukan apakah pasien akan kambuh atau tidak selama periode 9 bulan follow-up. Expressed Emotion ini ditemukan peneliti pada saat wawancara ketika pasien pertama kali masuk rumah sakit.

Copyrights © 2004






Journal Info

Abbrev

buletinpsikologi

Publisher

Subject

Religion Humanities Neuroscience Public Health Social Sciences

Description

Buletin Psikologi focuses on contextualizing psychological concepts or phenomena within the socio-cultural setting of Indonesia through the use of non-empirical study, such as, literature review, systematic review, scoping review, and meta-analysis. It accepts articles that are based on the thorough ...