Perubahan dunia sekitar, baik yang bersifat konstruktif maupun destruktif, menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan kehidupan manusia. Setiap terjadi perubahan lingkungan, manusia harus mengambil keputusan intrinsik pribadi sebagai konsekuensi interaksi manusia dengan dunia sekitarnya. Kegagalan manusia dalam menemukan orientasi intrinsik di tengah berbagai kemungkinan yang tak terhitung banyaknya berpotensi menimbulkan kecemasan yang menjadi salah satu ancaman terhadap kebermaknaan hidup manusia. Sebaliknya, keberhasilan mene‐mukan orientasi dan membuat keputusan prbadi dalam mengatasi krisis mendatangkan pengalaman‐pengalaman emosi positif yang merupakan salah satu unsur penting dalam kebermaknaan hidup. Yang menjadi masalah bagi setiap orang adalah bagaimana cara memperoleh kebermaknaan hidup di tengah lajunya percepatan perubahan akibat modernisasi seperti sekarang ini.
Copyrights © 2006