Buletin Psikologi
Vol 18, No 2 (2010)

OTAK , MUSIK, DAN PROSES BELAJAR

Ratna Supradewi (Unknown)



Article Info

Publish Date
06 Jun 2016

Abstract

Otak yang beratnya kira‐kira tiga pon merupakan organ maha rumit yang sangat berperan penting dalam kehidupan (Wade & Tavris, 2007). Penelitian mengenai otak banyak dikaikan dengan berbagai hal, salah satunya adalah dengan musik dan proses belajar. Beberapa penelitian memanfaatkan musik guna mempengaruhi otak untuk meningkatkan konsentrasi dan proses belajar. Musik berpengaruh kuat pada lingkungan belajar. Penelitian menunjukkan bahwa belajar lebih mudah dan cepat jika pelajar dalam kondisi santai dan reseptif. Detak jantung orang dalam keadaan ini adalah 60 sampai 80 kali per menit. Dalam keadaan ini otak memasuki gelombang alfa (8‐12 hz), yaitu kondisi otak yang rileks namun waspada sehingga bagian dari otak, yaitu hippocampus dan somatosensory, dapat bekerja dengan optimal. Musik memberikan efek pada elektrofisiologik otak dan telah dilaporkan pada banyak studi. Di Indonesia penelitian yang melibatkan musik dan proses belajar pernah dilakukan, antara lain oleh Taher & Afiatin (2005), juga Tyasrinestu & Kuwato (2004). Tulisan ini akan memberi‐kan gambaran mengenai hubungan otak, musik, dan proses belajar berdasarkan referensi dan penelitian‐penelitian yang dilakukan oleh para peneliti yang mengeksplorasi hal tersebut.

Copyrights © 2010






Journal Info

Abbrev

buletinpsikologi

Publisher

Subject

Religion Humanities Neuroscience Public Health Social Sciences

Description

Buletin Psikologi focuses on contextualizing psychological concepts or phenomena within the socio-cultural setting of Indonesia through the use of non-empirical study, such as, literature review, systematic review, scoping review, and meta-analysis. It accepts articles that are based on the thorough ...