Pembentukan karakter melalui budaya pesantren pada dasarnya adalah upaya untuk memberikan pengetahuan tentang moral, menumbuhkan perasaan positif terhadap moral dan melakukan moral terhadap apa yang telah diketahui dan dirasakan. Penelitian ini secara khusus dilakukan untuk mengkaji bagaimana internalisasi budaya pesantren dalam pembentukan karakter santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan satu orang kepala sekolah, satu orang guru, dua orang pengurus pondok dan lima orang santri pada jenjang SMP di lingkungan pondok pesantren API Asri Tegalrejo Magelang. Data penelitian dikumpumpulkan dengan metode wawancara dan observasi. Adapun instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman wawncara dan pedoman observasi. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan model interaktif Miles dan Hubermen yang terdiri atas komponen-komponen yang saling terkait yaitu pengumpulan data, reduksi data, display data, dan verifikasi data atau kesimpulan. Budaya pesantren di pondok pesantren API Asri Tegalrejo Magelang khususnya di SMP Syubbanul Wathon pada dasarnya merupakan upaya untuk membentuk karakter santri. Pembentukan karakter tersebut terjadi karena budaya pesantren telah diinternalisasikan dalam kehidupan santri. Budaya pesantren seperti keberadaan pondok, kajian kitab klasik, kiyai dan santri. Budaya tersebut pada akhirnya menjadi suatu sistem dalam proses pendidikan di dilingkungan pesantren.
Copyrights © 2022