Penggunaan plastik dan produksi sampah plastik di Jakarta setiap tahunnya terus meningkat, pengelolaannya yang tidak tepat menyebabkan kebocoran sampah plastik ke pesisir dan laut. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model aktor dalam pengelolaan sampah plastik laut di kawasan pesisir Jakarta dengan menggunakan metode MACTOR. Penelitian ini bersifat studi kasus dimana pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara dan diskusi terfokus dengan ahli. Hasil penelitian menunjukkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah merupakan aktor yang memiliki pengaruh dan ketergantungan yang tinggi terhadap aktor lainnya. Peran aktor dalam pengelolaan sampah plastik di kawasan pesisir Jakarta dikelompokan bedasarkan tingkat pengaruh dan ketergantungan terhadap aktor lainnya. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah berada pada kuadran II dimana aktor tersebut mempunyai peran penting dalam pengelolaan sampah plastik laut di kawasan pesisir Jakarta karena memilik tingkat pengaruh yang tinggi terhadap aktor lainnya. Nelayan, masyarakat pesisir, transportasi laut dan wisatawan berada pada kuadran III dimana memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi dan pengaruh yang rendah terhadap aktor lainnya, sedangkan industri plastik berada pada kuadran I dimana memiliki pengaruh yang tinggi dan ketergantungan yang rendah. Tujuan yang paling didukung oleh semua aktor adalah menghilangkan dampak ekonomi akibat sampah plastik laut di kawasan pesisir Jakarta. Dalam mencapai tujuan tersebut, pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat pesisir dan nelayan memiliki tingkat konvergensi (kerjasama) paling tinggi dibandingkan dengan aktor lainnya, sedangkan tingkat divergensi (potensi konflik) ada pada transportasi laut. Dari hasil tersebut dapat memberikan rekomendasi kebijakan dengan meningkatkan peran antar aktor dalam pengelolaan sampah plastik laut di kawasan pesisir Jakarta.In Jakarta, plastic waste and its use increase yearly, boosting the probability of this material being released to the Jakarta bay and its surrounding sea as a lack of proper waste management. This research aims to formulate an actor model in marine plastic waste management in the coastal area of Jakarta using the MACTOR method. This research is a case study where data collection is carried out by field observations, interviews with resource persons, and Focused Discussions with experts. The results show that the central and local governments are in quadrant II where these actors have an essential role in marine plastic waste management in the coastal areas of Jakarta because they have a high level of influence on other actors. Fishermen, coastal communities, marine transportation, and tourists are in quadrant III, which has a high level of dependence and low influence on other actors, while the plastics industry is in quadrant I, which has a strong and low influence. The goal that all actors most likely support is the economic impact of marine plastic waste in the coastal areas of Jakarta. In achieving this goal, the central government, local governments, coastal communities, and fishermen have the highest level of convergence (cooperation) compared to other actors, while the level of divergence (potential conflict) is in sea transportation. From these results, it can provide policy recommendations by increasing actors' role in managing plastic waste in a coastal area of Jakarta.
Copyrights © 2022