Andi Sagita
Pusat Kajian dan Pemberdayaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Dampak Sampah Plastik di Laut terhadap Aktivitas Nelayan Skala Kecil di Jakarta Andi Sagita; Muhammad Danny Sianggaputra; Christy Desta Pratama
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 8, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/marina.v8i1.10731

Abstract

Sampah plastik yang memenuhi pesisir dan laut telah menganggu aktivitas penangkapan ikan oleh nelayan skala kecil di Jakarta. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak kerugian ekonomi akibat sampah plastik di laut terhadap aktivitas nelayan skala kecil di Jakarta. Objek penelitian ini adalah nelayan kecil yang didefinisikan dalam UU Nomor 7 Tahun 2016 sebagai nelayan yang menggunakkan kapal penangkapan ikan berukuran paling besar 10 gros ton (GT). Untuk itu, narasumber dibagi menjadi nelayan 0 GT, 3 GT, 5 GT, 7 GT, dan 10 GT. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat studi kasus sehingga pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara terstruktur menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua kategori nelayan skala kecil di Jakarta mengalami perubahan upaya penangkapan ikan akibat sampah plastik di laut. Nelayan 0 GT merupakan nelayan yang paling besar mengalami peningkatkan biaya operasional, yaitu sebesar 69,5% dari Rp154.500,00 menjadi Rp259.500,00 per trip sehingga menurunkan pendapatan hingga 38% dari Rp2.001.500,00 menjadi Rp1.297.611,00 per trip. Sementara itu, nelayan 10 GT merupakan kategori nelayan yang paling kecil dampak ekonominya akibat sampah plastik di laut dibandingkan dengan kategori nelayan lainnya, yaitu mengalami peningkatkan biaya operasional hanya sebesar 9,4% dari Rp5.384.000,00 menjadi Rp5.884.500,00 per trip dan secara signifikan menurunkan pendapatan sebesar 9,4%, yaitu dari Rp138.115.500,00 menjadi Rp125.843.619,00 per trip. Peningkatan biaya operasional pada nelayan skala kecil disebabkan oleh perubahan jarak dan waktu tempuh ke daerah penangkapan ikan akibat sampah plastik. Tittle: Analysis of the Impact of Plastic Waste in the Sea on Small-Scale Fishermen Activities in JakartaPlastic waste that fills up and covers coastal and marine waters has disrupted the fishing activities of small-scale fishermen in Jakarta. The purpose of this study was to analyze the impact of economic losses on plastic waste on the activities of small-scale fishermen in Jakarta. The object of this research were small fishermen as defined in Law Number 7 of 2016 as fishermen who catch fish to fulfill their daily needs using fishing vessels with a maximum size of 10 gross tons (GT). For those reason, the informants were divided into 0 GT, 3 GT, 5 GT, 7 GT and 10 GT. This research is a qualitative type of case study where data collection is done by observation and structured interviews using a quaestionnaires, while data analysis is carried out in a qualitative descriptive manner. The results showed that all categories of small-scale fishermen in Jakarta have undergone changes in fishing activities due to the marine plastic waste. The fishermen of 0 GT are the group who experienced the largest increase in operational costs, which was 69.5%, from Rp154,500.00 to Rp259,500.00, per trip thus reducing their income by 38%, from Rp2,001,500.00 to Rp1,297,611.00 per trip. On the other hand, the fishermen of 10 GT are the group who have the least economic impact due to plastic waste compared to other categories. These fishermen only suffer the operational costs by only 9.4%, from Rp5,384,000.00 to Rp5,884,500.00 per trip, significantly reducing their income by 9.4%, that is from Rp138,115,500.00 to Rp125,843,619.00 per trip.  The increase in operational costs for small-scale fishermen is caused by changes in distance and travel time to fishing areas due to plastic waste.
MODEL AKTOR DALAM PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK LAUT DI KAWASAN PESISIR JAKARTA Muhammad Danny Sianggaputra; Andi Sagita; Christy Desta Pratama
Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Vol 14, No 2 (2022): (November) 2022
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkpi.14.2.2022.%p

Abstract

Penggunaan plastik dan produksi sampah plastik di Jakarta setiap tahunnya terus meningkat, pengelolaannya yang tidak tepat menyebabkan kebocoran sampah plastik ke pesisir dan laut. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model aktor dalam pengelolaan sampah plastik laut di kawasan pesisir Jakarta dengan menggunakan metode MACTOR. Penelitian ini bersifat studi kasus dimana pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara dan diskusi terfokus dengan ahli. Hasil penelitian menunjukkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah merupakan aktor yang memiliki pengaruh dan ketergantungan yang tinggi terhadap aktor lainnya. Peran aktor dalam pengelolaan sampah plastik di kawasan pesisir Jakarta dikelompokan bedasarkan tingkat pengaruh dan ketergantungan terhadap aktor lainnya. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah berada pada kuadran II dimana aktor tersebut mempunyai peran penting dalam pengelolaan sampah plastik laut di kawasan pesisir Jakarta karena memilik tingkat pengaruh yang tinggi terhadap aktor lainnya. Nelayan, masyarakat pesisir, transportasi laut dan wisatawan berada pada kuadran III dimana memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi dan pengaruh yang rendah terhadap aktor lainnya, sedangkan industri plastik berada pada kuadran I dimana memiliki pengaruh yang tinggi dan ketergantungan yang rendah. Tujuan yang paling didukung oleh semua aktor adalah menghilangkan dampak ekonomi akibat sampah plastik laut di kawasan pesisir Jakarta. Dalam mencapai tujuan tersebut, pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat pesisir dan nelayan memiliki tingkat konvergensi (kerjasama) paling tinggi dibandingkan dengan aktor lainnya, sedangkan tingkat divergensi (potensi konflik) ada pada transportasi laut. Dari hasil tersebut dapat memberikan rekomendasi kebijakan dengan meningkatkan peran antar aktor dalam pengelolaan sampah plastik laut di kawasan pesisir Jakarta.In Jakarta, plastic waste and its use increase yearly, boosting the probability of this material being released to the Jakarta bay and its surrounding sea as a lack of proper waste management. This research aims to formulate an actor model in marine plastic waste management in the coastal area of Jakarta using the MACTOR method. This research is a case study where data collection is carried out by field observations, interviews with resource persons, and Focused Discussions with experts. The results show that the central and local governments are in quadrant II where these actors have an essential role in marine plastic waste management in the coastal areas of Jakarta because they have a high level of influence on other actors. Fishermen, coastal communities, marine transportation, and tourists are in quadrant III, which has a high level of dependence and low influence on other actors, while the plastics industry is in quadrant I, which has a strong and low influence. The goal that all actors most likely support is the economic impact of marine plastic waste in the coastal areas of Jakarta. In achieving this goal, the central government, local governments, coastal communities, and fishermen have the highest level of convergence (cooperation) compared to other actors, while the level of divergence (potential conflict) is in sea transportation. From these results, it can provide policy recommendations by increasing actors' role in managing plastic waste in a coastal area of Jakarta.