Pemahaman yang rendah tentang bahaya penyalahgunaan narkoba akan mendorong siswa untuk melakukan perilaku menyimpang. Pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok. Pengaruh tekanaan kelompok sebaya sangat besar, yang menawarkan atau membujuk untuk merokok, dan rasa ingin tahu sehingga dia mencoba merokok beberapa kali. Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pecandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang bahaya penyalahgunaan narkoba adalah dengan layanan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas layanan informasi dengan menggunakan pendekatan contextual teaching and learning untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan rancangan Pretest-Posttest Control Group Design. Subjek penelitian adalah siswa SMA N 5 Padang dan subjek dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrumen penelitian digunakan dengan model Skala Likert, kemudian data dianalisis dengan menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test dan Kolmogorov-Smirnov Two Independent Sampel dengan bantuan SPSS versi 22.00.
Copyrights © 2022