Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang menjadi perhatiandunia, berbagai upaya pengendalian telah dilakukan untukmenurunkan angka insidens dan kematian yang diakibatkantuberkulosis. Propinsi Jawa Tengah pada tahun 2014 proporsi kasustuberkulosis anak memiliki insiden sebesar 6,63%, hal inimenunjukkan bahwa penularan kasus tuberkulosis paru BTA Positifkepada anak cukup besar. Faktor penularan tuberkulosis balita yangsering menjadi referensi penelitian antara lain yaitu faktor sosialekonomi, pengetahuan ibu, dan faktor kondisi fisik lingkunganrumah. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik mengenaibeberapa faktor kodisi fisik lingkungan rumah dengan rancangancase control.Sampel penelitian ini adalah seluruh pasien balita yangmenderita tuberkulosis paru di BBKPM Surakarta pada tahun 2016dan bertempat tinggal di wilayah Solo raya yang berjumlah 46 balitadengan perbandingan 1:2 sehingga sampel keseluruhan dalampenelitian ini sebanyak 138 responden. Hasil penelitian menunjukanbahwa tidak ada hubungan kondisi fisik lingkungan rumahbaikpencahayaan alami(p value= 0,102), jenis dinding (p value=0,137)luas ventilasi (p value= 0,805), dan jenis lantai rumahnilai (pvalue= 0,700)dengan kejadian TB Paru pada balita di balai BesarKesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Surakarta tahun 2016.
Copyrights © 2018