Latar Belakang: Ruptur perineum dapat terjadi pada ibu bersalin selama proses persalinan, seperti di Amerika ada 26 ibu mengalami ruptur perineum. Sementara di Australia ada 20.000 ibu yang mengalami ruptur perineum setiap tahun. Ini karena ketidaktahuan pengetahuan bidan tentang asuhan kebidanan. Di Asia ada 50% kasus ruptur perineum di dunia. Ruptur perineum dapat diatasi dengan menerapkan pijatan super-crowning. Aplikasi ini juga dapat meningkatkan kesehatan, aliran darah dan elastisitas perineum. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pijatan super crowning untuk mengurangi ruptur perineum selama proses persalinan di klinik kebidanan Hj. Maunah di Klirong, Kebumen. Metode: Penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan studi kasus. Peserta adalah 5 ibu bersalin dalam proses persalinan. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi. Hasil: Setelah menggunakan pemijatan super-crowning, tidak ada efek pemijatan pada pengurangan ruptur perineum ibu selama proses persalinan. Kesimpulan: Pijat super-crowning tidak efektif untuk mengurangi ruptur perineum fase aktif pada tahap pertama.
Copyrights © 2019