Latar Belakang : Kreativitas merupakan bagian yang penting untuk anak dalam bertumbuh dan berkembang. Kegiatan yang menunjang kreativitas anak adalah dengan bermain. Salah satunya dengan bermain peran dimana dalam kegiatan ini anak dapat mengontrol emosi, meluapkan gagasan atau ide, melatih kemampuan mental, meningkatkan kepercayaan diri dan daya imajinasi, serta kemampuan untuk mengeluarkan dan mengolah kata-kata. Tujuan untuk mengetahui pengaruh bermain peran terhadap perkembangan kreativitas anak usia pra sekolah.Metode : Penelitian ini jenis Pra Eksperimen, menggunakan metode pendekatan One Group Pretest and Posttest Design. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, yaitu dengan jumlah responden 41 anak. Anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok dan bermain peran secara makro, yaitu memainkan peran yang di pilihnya (sebagai petani, polisi, pilot, dokter, guru dan lainnya). Instrument yang digunakan yaitu lembar observasi perkembangan kreativitas meliputi 5 aspek, yaitu main peran tiruan, main pura-pura dengan objek, pura-pura berkaitan dengan tindakan atau keadaan, ketekunan, dan komunikasi lisan. Analisa data menggunakan uji wilcoxon. Hasil : perkembangan kreativitas pada aspek main peran tiruan dan main pura-pura dengan objek mendapatkan hasil anak mulai berkembang 5 orang (12,2%), berkembang sesuai harapan 25 orang (60, 97%), berkembang sangat baik 11 orang (26,83%), pada aspek pura-pura berkaitan dengan tindakan atau keadaan anak mulai berkembang 11 orang (26,83%), berkembang sesuai harapan 15 orang (36,58%), berkembang sangat baik 15 orang (36,58%), aspek ketekunan dan komunikasi lisan anak mulai berkembang 5 orang (12,2%), berkembang sesuai harapan 25 orang (60, 97%), berkembang sangat baik 11 orang (26,83%). Kesimpulan : ada pengaruh kegiatan bermain peran terhadap perkembangan kreativitas anak usia pra sekolah di TK Salatiga dengan nilai p value = 0,004 atau p value <0,05.
Copyrights © 2019