Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Kegiatan Bermain Peran terhadap Perkembangan Kreativitas Pada Anak Pra Sekolah di TK Salatiga Kurnia Wijayanti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.68 KB)

Abstract

Latar Belakang : Kreativitas merupakan bagian yang penting untuk anak dalam bertumbuh dan berkembang. Kegiatan yang menunjang kreativitas anak adalah dengan bermain. Salah satunya dengan bermain peran dimana dalam kegiatan ini anak dapat mengontrol emosi, meluapkan gagasan atau ide, melatih kemampuan mental, meningkatkan kepercayaan diri dan daya imajinasi, serta kemampuan untuk mengeluarkan dan mengolah kata-kata. Tujuan untuk mengetahui pengaruh bermain peran terhadap perkembangan kreativitas anak usia pra sekolah.Metode : Penelitian ini jenis Pra Eksperimen, menggunakan metode pendekatan One Group Pretest and Posttest Design. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, yaitu dengan jumlah responden 41 anak. Anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok dan bermain peran secara makro, yaitu memainkan peran yang di pilihnya (sebagai petani, polisi, pilot, dokter, guru dan lainnya). Instrument yang digunakan yaitu lembar observasi perkembangan kreativitas meliputi 5 aspek, yaitu main peran tiruan, main pura-pura dengan objek, pura-pura berkaitan dengan tindakan atau keadaan, ketekunan, dan komunikasi lisan. Analisa data menggunakan uji wilcoxon. Hasil : perkembangan kreativitas pada aspek main peran tiruan dan main pura-pura dengan objek mendapatkan hasil anak mulai berkembang 5 orang (12,2%), berkembang sesuai harapan 25 orang (60, 97%), berkembang sangat baik 11 orang (26,83%), pada aspek pura-pura berkaitan dengan tindakan atau keadaan anak mulai berkembang 11 orang (26,83%), berkembang sesuai harapan 15 orang (36,58%), berkembang sangat baik 15 orang (36,58%), aspek ketekunan dan komunikasi lisan anak mulai berkembang 5 orang (12,2%), berkembang sesuai harapan 25 orang (60, 97%), berkembang sangat baik 11 orang (26,83%). Kesimpulan : ada pengaruh kegiatan bermain peran terhadap perkembangan kreativitas anak usia pra sekolah di TK Salatiga dengan nilai p value = 0,004 atau p value <0,05.
Protret Dukungan Keluarga pada Pasien Kanker yang Menjalani Kemoterapi Indah Sri Wahyuningsih; Fitria Endah Janitra; Kurnia Wijayanti; Heni Susanti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.258 KB)

Abstract

Latar Belakang : Proses dari kemoterapi seringkali menimbulkan kecemasan yang berlebih bagi pasien kanker. Dukungan keluarga berperan penting dalam mendukung keberhasilan dari proses kemoterapi. Dukungan yang diberikan oleh keluarga dapat membuat rasa percaya diri, menurunkan kecemasan dan dapat meningkatkan motivasi pasien kanker untuk menjalani kemoterapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potret dukungan keluarga pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimental dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengumpulan sampel dengan purposive cluster random sampling dengan jumlah responden sebanyak 128 pasien kanker di dua ruang perawatan Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dukungan keluarga pada pasien kanker. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah reponden tertinggi adalah usia 35-54 tahun sejumah 87 responden (68,0%) dengan tingkat pendidikan SMA 41 responden (32,0%), pekerjaan sebagai ibu rumah tangga sejumlah 54 responden (42,2%) dengan siklus kemoterapi III sejumlah 86 responden (67,2%), stadium kanker didapatkan stadium II dengan 66 responden (51,6%), dan terbanyak dirawat oleh anak sejumlah 49 responden (38,3%). Hasil penelitian responden dengan dukungan keluarga cukup sejumlah 96 responden (75,0%), dukungan keluarga kurang sejumlah 26 responden (20,3%) dan dukungan keluarga baik sejumlah 6 responden (4,7%). Simpulan : Dukungan keluarga pada pasien kanker dapat diketahui dari siklus kemoterapi, stadium kanker dan keluarga yang merawat.
PEMBINAAN KADER LANSIA DENGAN METODE KIE (KOMUNIKASI, INFORMASI DAN EDUKASI) DAN PELATIHAN KETRAMPILAN PEMERIKSAAN TTV DALAM UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN LANSIA Retno Issroviatiningrum; Kurnia Wijayanti
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Semakin bertambahnya jumlah penduduk lansia berhubungan dengan angka harapan hidup seseorang khususnya di Indonesia, dan akan memberikan pengaruh seorang lansia tersebut dalam menjalani kehidupannya, memberikan dampak pada aspek kebutuhan sosialnya dalam menjalin hubungan dengan orang lain, aspek ekonominya dan secara tidak langsung akan berpengaruh pada kesehatannya karena dengan semakin bertambahnya usia, akan terjadi penurunan fungsi organ tubuh baik karena faktor alamiah maupun karena penyakit. Melihat fenomena tersebut harus ada beberapa penanganan yang tepat untuk segera dilakukan untuk mencegah dampak – dampak yang akan terjadi pada Lansia. Posyandu Lansia merupakan salah satu pelayanan kesehatan pada usia lanjut yang bertujuan untuk menjaga dan mempertahankan tingkat kesehatan lansia. Posyandu Lansia yang berkualitas dapat terwujud jika terdapat SDM didalamnya, salah satunya adalah kader posyandu untuk mendapingi lansia sebagai tenaga kesehatan dalam memantau kesehatannya secara berkala. Tujuan dari dilaksanakannya pengabdian masyarakat dalam meberikan pembinaan kader lansia dengan metode KIE ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kader tentang pelayanan kesehatan lansia. Metode yang diberikan adalah pelatihan yang dilakukan dengan metode ceramah,diskusi, dan melakukan demonstrasi keterampilan dalam pemeriksaan tekanan darah pada lansia. Hasil pembinaan ini didapatkan hasil mayoritas terjadi peningkatan pengetahuan tentang peran kader dan keterampilan kader lansia mengenai bagaimana melakukan pelayanan kesehatan lansia yang berkualitas.
Aspek Psikososial pada Anak dengan Kanker Kurnia Wijayanti; Indra Tri Astuti
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 3 (2023): Jurnal Keperawatan: September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i3.769

Abstract

Kanker pada anak merupakan diagnosis bagi seluruh keluarga terutama orang tua. Proses pengobatan kanker memerlukan waktu yang panjang dan menimbulkan berbagai efek samping, seperti kepenatan akan waktu pengobatan yang panjang, rontoknya rambut, hingga mengalami penipisan atau kebotakan. Dampak lain yang terjadi selain pada perubahan secara fisik, juga pada kondisi psikologi dan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosaial dan dukungan psikologis keluarga terhadap aspek psikososial anak yang terdiagnosis kanker Metode. Penelitian ini adalah desktipsi korelasi dengan jumlah 35 responden. Intrumen dukungan sosial dan dukungan psikologi keluarga berupa kuesioner, untuk aspek psikososial menggunakan Pediatric Symptom Checklist (PSCL), yang merupakan kuesioner baku yang telah tervalidasi untuk mendeteksi masalah psikososial pada anak. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial keluarga dan dukungan psikologis keluarga dalam aspek psikososial anak yang terdiagnosis kanker dengan uji chi square with continuity correction dengan taraf signifikan 5% (0,05) diperoleh  bahwa masing-masing nilai p value = 0,000 yang berarti ρ value < 0,05.  Bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial keluarga dan dukungan psikologis keluarga dalam aspek psikososial anak yang terdiagnosis kanker Pengembangan layanan family center care atau hospice care untuk orang tua dengan anak untuk menunjang proses perawatan anak.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK USIA PRASEKOLAH Febri Ayu Hidayati; Nopi Nur Khasanah; Kurnia Wijayanti
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 1, No 1 (2022): September
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.039 KB)

Abstract

Latar Belakang : Pertumbuhan dan perkembangan anak yang signifikan terjadi saat usia prasekolah. Anak usia prasekolah adalah anak yang berusia 3-6 tahun, dimana pertumbuhan dan perkembangan anak terdapat peningkatan. Peran orang tua terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak dapat membantu anak dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan pada anak sesuai tingkatan usianya dengan normal tanpa ada penyimpangan. Peran utama pola asuh orang tua adalah mempertahankan kehidupan anak, meningkatkan kesehatan anak, serta memfasilitasi anak untuk mengembangkan tahapan perkembangannya. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan apakah ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan pertumbuhan dan perkembangan anak.Metode : Penelitian ini menggunakan desain cross sectional Pengumpulan data menggunakan kuesioner pola asuh orang tua, pengukuran pertumbuhan dan kuesionr perkembangan. Jumlah sampel 41 responden anak usia prsekolah dengan metode total sampling.Hasil :Hasil analisis univariat karakteristik pola asuh otoriter dengan 6 responden (14.6%), Permisif dengan 16 responden (29.3%), demokratis sedang 23 responden (56.1%). Hasil analisis bivariat dengan uji spearman didapatkan nilai pola asuh dan BB/U (ρ= 0 ; r=0), pola asuh dan TB/U(ρ=0.273 ; r=0.251), pola asuh dan BB/TB (ρ= 0.333 ; r=0.222), ola asuh dan IMT/U (ρ=0.830 ; r=-0.051).Simpulan : Tidak terdapat hubungan antara hubungan pola asuh orang tua terhadap pertumbuhan dan perkembangan ana usia prasekolah