Indonesia merupakan salah satu negara penghasil pulp dan kertas terbesar ke-9 di dunia. Kebutuhan kertas yang terus meningkat membuat kebutuhan bahan baku kertas, yaitu kayu, ikut meningkat. Penggunaan bahan baku alternatif pengganti kayu diperlukan agar tidak memicu eksploitasi hutan. Salah satu bahan baku alternatif yang dapat digunakan dalam pembuatan kertas yaitu limbah padat produksi tepung aren, karena limbah aren memiliki kadar selulosa sebesar 97,54%, sedangkan syarat kadar selulosa untuk pembuatan kertas sebesar 50%. Proses pembuatan kertas dilakukan dengan melaluibeberapa proses yaitu: proses pulping, chelating dan bleaching. Proses pulping yaitu menggunakan pelarut asam asetat dengan konsentrasi 3%, 5%, dan 8%. Proses pemasakan dilakukan pada suhu 105 dengan variasi waktu 30, 60, 90, 120, dan 180 menit, kemudian dikeringkan pada suhu 105 selama 2 jam. Setelah itu, pulp dilakukan proses chelating dengan menggunakan H2SO4 0,2% dan EDTA 0,8%, sedangkan proses bleaching menggunakan hidrogen peroksida 8%, kemudian dilakukan pengujian bilangan kappa dan derajat putih. Didapatkan hasil, bahwa semakin tinggi konsentrasi asam asetat dan waktu pemasakan, maka bilangan kappa dan kadar lignin semakin rendah sehingga nilai lightness dan derajat putih semakin tinggi. Hasil terbaik diperoleh pada konsentrasi 8% pada waktu pemasakan 60 menit dengan nilai lightness 50,4 dan derajat putih sebesar 48.85%.
Copyrights © 2020