Indonesia merupakan negara agraris,dengan jumlah limbah pertanian yang cukup banyak salah satunya limbah tepung aren. Industri tepung aren di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menghasilkan limbah tepung aren sejumlah 659 ton/tahun atau 2,19 ton/hari. Umumnya limbah tepung aren dimanfaatkan oleh pabrik jamur,namun setelah industri jamur yang memanfaatkan limbah aren mengalami kebangkrutan,pihak industri mengalami kesuliatan membuang limbah, sehingga limbah dibuang di bantaran sungai dan di jalan-jalan, padahal dilihat dari dari penelitian sebelumnya diketahui bahwa ampas pati aren mengandung komponen-komponen sebagai berikut: selulosa (60,61 %), hemiselulosa (15,74 %), lignin (14,21 %), glukosa reduksi (0,5689 %), air ( 7,87 %) dan lain-lain (0,1 %) sehingga sangat cocok untuk dijadikan bahan baku alternatif untuk pembuatan kertas yang saat ini 90% masih didominasi oleh kayu. Pada penelitian ini limbah tepung aren dikenakan proses pulping, chelating, dan bleaching sebelum dicetak menjadi kertas. Proses pembuatan kertas menggunakan proses soda dengan variabel konsentrasi NaOH 3% 5% dan 8%,. Pada proses pulping dilakukan pada temperatur 105oC dengan variasi waktu 30, 60, 90,120 dan 180 menit, lalu dikeringkan dalam oven pada temperatur 105 oC selama 2 jam. Kemudian setelah pulping dilakukan proses chelating dengan menggunakan H2SO4 0,2% dan EDTA 0,8% dengan suhu 70oC selama 60 menit sedangkan proses bleaching menggunakan H2O2 8% selama 90 menit dengan suhu 80 . Didapatkan hasil bahwa semakin tinggi konsentrasi NaOH dan semakin lama waktu pemasakan maka bilangan kappa dan kadar ligninnya akan semakin turun sedangkan derajat putihnya semakin naik. Hasil terbaik diperoleh pada konsentrasi 8% pada waktu 60 menit dengan brightness yang didapat sebesar 59,31.