Masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Apakah terdapat hubungan antara kekuatan otot tungkai dengan kemampuan passing dalam permainan sepak takraw pada Siswa Putera SMA Negeri I Tenga? ; 2)Apakah terdapat hubungan antara keseimbangan statis dengan kemampuan passing permainan sepak takraw pada Siswa Putera SMA Negeri I Tenga? 3) Apakah terdapat hubungan antara kekuatan otot tungkai dan keseimbangan statis secara bersama-sama dengan kemampuan passing permainan sepak takraw pada Siswa Putera SMA Negeri I Tenga? Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui sejauh mana : 1) Hubungan antara kekuatan otot tungkai dengan kemampuan passing permainan sepak takraw pada Siswa Putera SMA Negeri I Tenga. 2) Hubungan antara keseimbangan statis dengan kemampuan passing pada Siswa Putera SMA Negeri I Tenga. 3) Hubungan antara kekuatan otot tungkai dan keseimbangan statis secara bersama-sama dengan kemampuan passing permainan sepak takraw pada Siswa Putera SMA Negeri I Tenga. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik korelasi. Populasi adalah seluruh siswa putra SMA Negeri I Tenga yang berjumlah 26 orang,dan Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 20 orang, yang diambil secara acak. Untuk mengukur kekuatan otot tungkai digunakan âback and leg dynamometerâ, untuk mengukur keseimbangan statis digunakan Stork Stand Test dan tes kemampuan passing digunakan âTes Operan (Passing) Dalam Permainan Sepak Takrawâ. Analisis statistik yang digunakan adalah : corelation product moment and multiple Dari hasil perhitungan diperoleh : 1) Hubungan antara kekuatan otot tungkai (X1) dengan kemampuan passing (Y) diperoleh koefisien korelasi = 0,09 atau robs (rx1y) = 0,09. sedangkan rtab = 0,444 atau dengan menunjukkan bahwa hubungan antara kekuatan otot tungkai dengan kemampuan passing terdapat hubungan yang signifikan, dengan besarnya determinasi r2 = 0,0081 menunjukkan bahwa Kekuatan otot tungkai dapat memberikan kontribusi yang berarti terhadap kemampuan passing sebesar 0,81 %. 2) Hubungan antara keseimbangan statis (X2) dengan kemampuan passing (Y) diperoleh koefisien korelasi korelasi = 0,10 atau robs (rx1y) = 0,10, sedangkan rtab = 0,444 atau dengan menunjukkan bahwa hubungan antara keseimbangan statis dengan kemampuan passing terdapat hubungan yang signifikan, dengan besarnya determinasi r2 = 0,001 menunjukkan bahwa keseimbangan statis dapat memberikan kontribusi yang berarti terhadap kemampuan passing siswa sebesar  0,01%. 3) Hubungan antara kekuatan otot tungkai (X1) dan keseimbangan statis (X2) dengan kemampuan passing (Y), Hasil perhitungan analisis hubungan X1 dan X2 secara bersama-sama dengan Y menunjukkan besarnya harga Freg = 0,35. Untuk derajat kebebasan (db) sama dengan m lawan (n-m-1) atau 2 lawan 17 ada taraf nyata  = 0,05 diperoleh diperoleh harga F tabel (Ftab) = 3,59. Dari hasil ini menunjukkan bahwa nilai yang diperoleh dari observasi adalah signifikan. Oleh karenanya dapat disimpulkan bahwa hubungan antara X1 dan X2 dengan Y atau antara kekuatan otot tungkai dan keseimbangan statis dengan kemampuan passing adalah signifikan. Kata Kunci : Kekuatan Otot Tungkai, Keseimbangan Statis, Kemampuan Passing
Copyrights © 2014