Korea Utara merupakan salah satu negara yang aktif mengembangkan kebijakan militernya, khususnya dalam hal pengembangan senjata nuklir. Pada masa pemerintahan Kim Jong-Un, kebijakan nuklir Korea Utara dinilai semakin agresif, ditambah dengan ekspansi kebijakan tersebut dalam skala besar. Namun, kebijakan nuklir Korea Utara mendapat penolakan dari berbagai aktor internasional karena dinilai dapat mengganggu stabilitas keamanan internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang dampak dari kebijakan nuklir Korea Utara pada masa pemerintahan Kim Jong-Un terhadap stabilitas kawasan Asia Pasifik. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan dianalisis melalui secondary analysis. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari kajian pustaka. Untuk menjawab pertanyaan penelitian, digunakan teori realisme defensif dan balance of power. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan nuklir Korea Utara dapat mengganggu stabilitas kawasan karena adanya persepsi ancaman yang mendorong masing-masing negara untuk mengembangkan kapabilitas militernya sehingga terjadi perlombaan senjata di kawasan Asia Pasifik dan memunculkan alasan bagi negara untuk melakukan tindakan preemtif dengan alasan keamanan.
Copyrights © 2022