Difabel merupakan sebuah kondisi dimana orang yang menyandangnnya memiliki keterbatasan dalam menjalankan aktifitas kesehariannya. Kondisi seperti ini bisa dikarnakan bawaan lahir maupun akibat kecelakaan. Saat ini masyarakat mulai memperdulikan hak para difabel, salah satunya tempat kopi dengan konsep para seluruh pekerjanya dari komunitas difabel. Tempat kopi tersebut bernamakan “Kopi Sunyi”. Para difabel diberi pelatihan untuk mampu membuat kopi, memasak, melayani pelanggan dan dibiasakan berinteraksi dengan orang banyak agar mereka nyaman dalam pekerjaannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola pemberdayaan komunitas difabel, mengetahui simbol dan makna dari simbol yang digunakan oleh komunitas difabel. Teori yang digunakan interaksi simbolik karna menegaskan hubungan simbol dalam kegiatan interaksi. Metode yang digunakan metode kualitatif pendekatan etnografi. Hasil dari penelitian ini Kopi Sunyi Bekasi sebuah tempat kopi yang mengusung konsep kesetaraan, semua karyawannya merupakan dari komunitas difabel, membuka harapan dan lapangan pekerjaan untuk komunitas difabel yang nantinya akan diperdayaan. Dalam kegiatan transaksi dan interaksi di Kopi Sunyi Bekasi terdapat beberapa simbol yang di lakukan oleh karyawan yaitu bahasa gestur tubuh atau bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan pengunjung. Contohnya ungkapan selamat datang dari para karyawan, pada saat ingin memesan minuman dan makanan, ucapan terimakasi, dan simbol – simbol yang digunakan untuk menunjang kegiatan komunikasi tersebut.
Copyrights © 2022