Penggunaan media sosial yang semakin pesat hingga digunakan oleh sebagian besar populasi manusia di seluruh dunia membentuk adanya fenomena baru yaitu kemunculan profesi baru yang disebut sebagai micro-celebrity. Pada media sosial instagram micro- celebrity dikenal sebagai selebgram berasal dari singkatan selebriti instagram. Untuk memperluas dan memelihara audiens maka dibutuhkan sebuah impresi dari audiens dengan membentuk personal branding. Terdapat 3 konsep praktek presentasi diri seorang micro- celebrity, yaitu: konstruksi identitas, visibilitas, dan interaksi dengan fans. Penelitian ini menggunakan teori kekayaan keterjangkauan (affordances richness) untuk melihat kemampuan yang dimiliki media instagram dalam menyampaikan informasi yang diperlukan untuk melakukan tindakan tertentu dengan menggunakan beberapa fitur. Informasi yang dimaksud adalah personal branding yang dimiliki selebgram. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif karena penelitian ini bersifat sosial yang bertujuan untuk meneliti manajemen impresi dari selebgram secara mendalam, dan untuk memahami hal-hal yang berkaitan dengan latar belakang dari selebgram. Untuk menentukan subjek penelitian, peneliti ini menggunakan teknik purposive sampling yang disesuaikan dengan kriteria dalam penelitian ini untuk mendapatkan informasi. Teknik untuk mengumpulkan data yang digunakan adalah perpaduan antara observasi non partisipan dan wawancara semistruktur. Dalam penelitian ini terlihat bahwa, untuk menjadi selebgram diperlukan adanya kemampuan dalam menguasai penggunaan teknologi untuk menampilkan personal branding secara maksimal dengan pemanfaatan kekayaan (richness) dan keterjangkauan (affordances) yang dimiliki instagram.
Copyrights © 2022