AbstrakKegiatan mengemukakan pendapat di era modern ditunjang dengan adanya media sosial. Keberadaan media sosial membuat penggunanya bisa mengemukakan pendapat tanpa batasan ruang dan waktu. Meskipun begitu, antusiasme masyarakat untuk mengemukakan pendapat cenderung mengalami penurunan. Terlebih lagi antusiasme golongan muda cenderung lebih rendah daripada golongan tua. Jika fenomena sosial ini terus berlanjut, maka kehidupan masyarakat yang demokratis akan tergerus oleh golongan muda yang pasif. Menindaklanjuti permasalahan ini, penelitian diadakan untuk menganalisis penyebab rendahnya kesadaran generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk mengemukakan pendapatnya sebagai bentuk keikutsertaan dalam berdemokrasi di Indonesia melalui media sosial. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode survei dan studi pustaka. Hasil analisis mengungkapkan bahwa penyebab rendahnya antusiasme mahasiswa untuk beropini antara lain maraknya berita hoax, cyber bullying dari masyarakat yang kontra, serta hukum yang problematis sehingga dapat memicu kriminalisasi dalam beropini. Hasil analisis ini digunakan untuk merumuskan solusi- solusi yang diharapkan dapat menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya berpendapat sebagai mahasiswa demi terciptanya kehidupan demokratis di Indonesia.Kata Kunci: Kebebasan Berpendapat, Beropini, Media Sosial, Mahasiswa AbstractThe activity of expressing opinions in the modern era is supported by the existence of social media. The existence of social media allows users to express opinions without the limitations of space and time. Even so, people's enthusiasm to express opinions tends to decrease. Moreover, the enthusiasm of young people tends to be lower than the old class. If this social phenomenon continues, then the life of a democratic society will be eroded by passive young people. Following up on this problem, the study was conducted to analyze the causes of low awareness of the younger generation, especially students, to express their opinions as a form of participation in democracy in Indonesia through Data collection is done using survey methods and library studies. The results of the analysis revealed that the causes of low enthusiasm of students to have opinions include the rise of hoax news, cyber bullying from the counter society, as well as problematic laws that can trigger criminalization in opinion. The results of this analysis are used to formulate solutions that are expected to foster and raise awareness of the importance of opinion as students for the creation of democratic life in Indonesia.Keywords: Freedom of Opinion, Opinion, Social Media, Students
Copyrights © 2021