Jurnal Kewarganegaraan
Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022

Implementasi Prosedur Penanganan Penumpang Dengan Barang Dilarang oleh Petugas Aviation Security di UPBU Tebelian Sintang

Gamas Naufal Yudhistira (Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
12 Jul 2022

Abstract

AbstrakUntuk menangani dan menunjang masalah terkait keamanan penerbangan, khususnya keamanan di UPBU Kelas II Tebelian Sintang, maka petugas unit Aviation Security menjadi petugas yang menjadi garda terdepan dan berwenang dalam menangani permasalahan tersebut. Petugas unit Aviation Security (AVSEC) merupakan petugas yang memiliki izin atau lisensi khusus yang dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang yang memiliki peran yang sangat penting karena bertanggung jawab penuh terhadap segala hal yang berkaitan dengan keamanan di Bandar Udara. Petugas unit Aviation Security memiliki tugas khusus seperti menjaga keamanan dan keselamatan di bandara, melakukan pengecekan terhadap penumpang dan barang yang hendak memasuki pesawat, memiliki otoritas untuk melakukan pengawasan jalur menuju pesawat udara, melakukan pengawasan terhadap barang bawaan baik berbahaya dan ilegal maupun tidak berbahaya dan ilegal, kargo, dan penumpang, baik itu penumpang umum maupun khusus Penumpang sendiri dilarang membawa barang dilarang yang masuk dalam kategori membahayakan dalam perjalanannya karena dikhawatirkan dapat menimbulkan masalah bagi penumpang itu sendiri ataupun penumpang lain serta para staf yang bekerja dan pengelola bandara tersebut. Menurut PM 127 Tahun 2015, dijelaskan bahwa barang dilarang atau prohibited items merupakan barang yang dapat digunakan untuk melumpuhkan, melukai dan menghilangkan nyawa orang lain serta untuk melakukan tindakan melawan hukum yang meliputi alat peledak, barang berbahaya, alat-alat berbahaya dan senjata. Petugas Aviation Security merupakan petugas yang berwenang dalam menangani penumpang dengan barang dilarang (prohibited items) tersebut sesuai dengan prosedur yang sudah berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi dari prosedur petugas unit Aviation Security di UPBU Kelas II Tebelian Sintang dalam menangani penumpang dengan barang dilarang atau prohibited items dan apa yang menjadi kendala dalam penerapan prosedur tersebut serta langkah-langkah yang dilakukan oleh petugas unit Aviation Security dalam mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dimana metode kualitatif merupakan metode yang meneliti mengenai kegiatan tingkah laku, perbuatan, cara pandang, tata cara hidup, maupun selera dari objek yang akan diteliti sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan dan juga sesuai dengan data yang akan diperoleh. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder dengan 4 (empat) metode pengambilan data yaitu wawancara, dokumentasi, observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil wawancara serta observasi langsung di lapangan, petugas Aviation Security sudah mengimplementasikan Standard Operating Procedure (SOP) penanganan penumpang dengan barang dilarang dengan baik namun masih ada beberapa kendala dalam penerapannya, seperti kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang tersedia, penumpang yang tidak kooperatif serta masih banyak penumpang yang belum atau tidak mengetahui peraturan yang ada dan berlaku.Kata Kunci : Standard Operating Procedure (SOP), Barang dilarang (Prohibited Items), Petugas Aviation Security (AVSEC), UPBU Kelas II Tebelian Sintang AbstractTo handle and support issues related to aviation security, especially security at the UPBU Kelas II Tebelian Sintang, the Aviation Security unit officer is the officer who is at the forefront and is authorized to handle these problems. The Aviation Security Unit (AVSEC) officer is an officer who has a special permit or license issued by an authorized institution which has a very important role because they are fully responsible for all matters relating to security at the airport. Aviation Security unit officers have special duties such as maintaining security and safety at the airport, checking passengers and goods that want to enter the aircraft, having the authority to supervise the route to the aircraft, carry out supervision of both dangerous and illegal and harmless and legal luggage, cargo, and passengers, both general and special passengers. Passengers are prohibited from bringing prohibited items that are categorized as dangerous during their flight because it is feared that it can cause problems for the passengers themselves or other passengers as well as the staff who work and manage the airport. Passengers themselves are prohibited from bringing prohibited items that are categorized as dangerous on their journey because it is feared that it can cause problems for the passengers themselves or other passengers and the staff who work and manage the airport. According to PM or Ministerial Regulation number 127 of 2015, it is explained that prohibited items are items that can be used to paralyze, injure and kill other people as well as to carry out unlawful acts which include explosive devices, dangerous goods, dangerous equipment and weapons. Aviation Security Officers are officers authorized to handle passengers with prohibited items in accordance with applicable procedures.This study aims to find out how the implementation of the procedures for the Aviation Security unit officer at UPBU Kelas II Tebelian Sintang in handling passengers with prohibited items and what are the obstacles in implementing these procedures as well as the steps taken by the Aviation Security unit officers in overcoming these obstacles. This study uses a qualitative method, where the qualitative method is a method that examines behavioral activities, actions, perspectives, ways of life, and tastes of the object to be studied in accordance with the research to be carried out and also in accordance with the data to be obtained. Sources of data used in this study are primary and secondary data with 4 (four) data collection methods, namely interviews, documentation, observation and literature study. The results showed that based on the results of interviews and direct observations in the field, Aviation Security officers had implemented the Standard Operating Procedure for handling passengers with prohibited goods properly. But there are still some obstacles in its implementation, such as the lack of available Human Resources (HR), uncooperative passengers and many passengers who do not or do not know the existing and applicable regulations.Keywords: Standard Operating Procedure, Prohibited Items, Aviation Security, UPBU Kelas II Tebelian Sintang.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

pkn

Publisher

Subject

Education Social Sciences Other

Description

Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. ...