AbstrakSandiwara Amal merupakan seni pertunjukan yang lahir dari kreatifitas masyarakat. Diperkirakan tumbuh sekitar yahun 1950-an hingga hari ini. Pertumbuhannya diproduksi dalam kerangka tradisi Masyarakat Ocu/Kampar. Adapun bentuk produksi tersebut berpijak dari main-main siang atau main alek-alek (permainan anak-anak pada masyarakat Kampar dalam bentuk bercerita). Ditransformasi menjadi bentuk pertunjukan Sandiwara Amal oleh Masyarakat Ocu. Sandiwara Amal merupakan kreasi baru masyarakat Dusun Pulau Belimbing dalam bentuk teater rakyat. Sandiwara Amal biasa dilaksanakan pada Pasca Bulan Suci Ramadhan, Sandiwara Amal di Dusun Pulau Belimbing Kabupaten Kampar. Dramaturgi digunakan sebagai pijakan guna mengupas bentuk dan gaya Sandiwara Amal.Kata Kunci: Sandiwara Amal, Gaya, Bentuk, Masyarakat AbstractCharity play is a performing art that was born from the creativity of the community. It is thought to have grown around the 1950s to the present day. its growth is produced within the framework of the Ocu/Kampar community tradition. As for the form of production, it is based on daytime playing or playing alek-alek (children's games in the Kampar community in the form of storytelling). Transformed into a Charity Play by the Ocu Community. The Amal Play is a new creation of the Belimbing Island Hamlet community in the form of folk theater. Charity plays are usually held after the Holy Month of Ramadan, Charity plays in Belimbing Island Hamlet, Kampar Regency. Dramaturgy is used as a foothold to explore the form and style of Charity Plays.Keywords: Charity Play, Style, Form, Society.
Copyrights © 2022