AbstractVisual aspect or imagery and language is considering cultural dimension, and observed contextual issue inside society. Changing behaviour toward women leadership in political are not caused of the higher intellegences and higher political aawareness, but triggered by the failure of political party with its internal conflicts.It is about time for gender discourse to socialized to set woman as a human being who has an equal position to men AbstrakAspek visual atau pencitraan dan bahasa amat mempeehatikan dimensi budaya , serta memperhatikan konteks isu yang berkembang di masyarakat. Perubahan sikap terhadap kepemimpinan perempuan dalam politik tidak hanya dipcu oleh semakin cerdas dan tingginya kesadaran politik semata, tetapi juga dipicu kegagalan partai politik karena seringnya konflik yang terjadi dalam parpol. Sudah saatnya wacana tentang gender perlu disosialisasikan untuk menempatkan perempuan sebagai manusia yang sama kedudukannya dengan kaum laki-laki.
Copyrights © 2009