Kota satelit terbentuk karena peningkatan kepadatan penduduk mewajibkan suatu wilayah memperbesar daerahnya, area perluasan itulah yang akan menopang kehidupan kota inti. Menurut Alonso (1978), kota baru yang dengan sengaja dibangun untuk menunjang kegiatan pemerintahan, dipersiapkan sebagai kota otonom, dengan menyediakan kegiatan (pekerjaan) untuk penduduknya supaya kota baru dapat menjadi tempat bermukim para pendatang. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kota satelit memiliki fungsi yang sama seperti kota induk, namun tidak sekompleks kota induk. Citra kota sangat penting dimiliki oleh kota satelit agar bisa dikatakan layak sebagai bagian dari penunjang kota induk dan untuk memperkuat identitas wajah kota sehingga kota satelit memiliki daya tarik tersendiri. Oleh karena itu, Kota Satelit dikaji dengan menggunakan teori lima elemen citra kota Kevin Lynch. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan naratif secara deskriptif. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk memahami lima elemen pembentuk citra kota sebagai bentuk identitas kota berdasarkan teori Kevin Lynch pada kota satelit. Hasil akhir dari penelitian ini yaitu mengkaji secara kualitatif deskriptif tiga studi kasus dengan menganalisa lima elemen citra kota pada tiga kawasan kota satelit.Kata Kunci: Kevin Lynch; citra kota; lima elemen; Beji, Depok.
Copyrights © 2022