Pasien pasca pembedahan pasti akan mengalami nyeri karena terjadi kerusakan jaringan karena proses pembedahan. Teknik distraksi dengan terapi murottal Al-Qur’an merupakan penatalaksanaan nyeri non farmakologi yang paling efektif. Tujuan dari studi kasus ini yaitu untuk mengetahui perbedaan nyeri pada pasien post orif sebelum dan sesudah diberikan terapi murottal Al-Qur’an. Studi kasus ini adalah studi deskriptif dengan mendeskripsikan manajemen kasus dalam menerapkan EBN terapi murottal Al-Qur'an dengan menggunakan pendekatan asuhan keperawatan. Instrumen yang digunakan yaitu DDQ, Numeric Rating Scale (NRS), dan Mp3 surah Ar-Rahman sebanyak 78 ayat. Subyek studi kasus ini sejumlah 3 orang yaitu pasien post orif yang mengalami nyeri lebih dari skala 3. Hasil dari studi kasus ini terdapat penurunan nyeri terhadap ketiga pasien selama 3 hari dengan rata-rata 1 skala setiap harinya. Nyeri pada pasien post Orif dapat turun setelah diberikan terapi murottal.
Copyrights © 2022