Holistic Nursing Care Approach
The holistic Nursing Care Approach is intended to be the university journal for publishing articles reporting research and case study results in nursing. Holistic Nursing Care Approach invites manuscripts in the areas of medical-surgical nursing, emergency and disaster nursing, critical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, mental health nursing, gerontological nursing, community health nursing, management and leadership nursing.
Articles
54 Documents
Aplikasi Terapi Pijat Refleksi Kaki terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang
Ridho Aditya;
Khoiriyah Khoiriyah
Holistic Nursing Care Approach Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (369.748 KB)
|
DOI: 10.26714/hnca.v1i1.8264
Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian dini di seluruh dunia dan dapat mengakibatkan beberapa masalah seperti jantung koroner, gagal jantung, stroke, ginjal kronis, gagal ginjal, dsb atau bisa dikatakan hipertensi sebagai The Silent Killer, akan tetapi hal itu bukan berarti tidak dapat dicegah atau diterapi, salah satu terapi nonfarmakolgi yang dapat digunakan adalah terapi pijat refleksi kaki. Tujuan dari terapi ini adalah penurunan tekanan darah responden hipertensi sehingga masalah keperawatan yang muncul dapat teratasi. Aplikasi terapi ini melibatkan 3 responden hipertensi di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Tindakan keperawatan terkhusus terapi pijat refleksi kaki untuk mengatasi diagnosa keperawatan yang muncul yaitu Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif melalui pemantauan tekanan intrakranial. Metode terapi pijat refleksi kaki yang digunakan adalah pemijatan kaki selama 30 menit dengan panduan yang valid dan teruji sehingga dapat menghasilkan hasil yang maksimal. Hasil intervensi keperawatan menunjukkan terjadi penurunan tekanan darah sistol maupun diastol setiap responden berkisar 10 hingga 20 poin. Hal itu disebabkan karena terapi pijat refleksi kaki dapat menghasilkan relaksasi oleh stimulasi taktil jaringan tubuh menyebabkan respon neuro humoral yang komplek dalam The Hypothalamic-Pituitary Axis (HPA) ke sirkuit melalui jalur sistem saraf hingga pada akhirnya tekanan pada dinding-dinding pembuluh darah dapat berkurang dan aliran darah menjadi lancar sehingga tekanan darah akan menurun. Kesimpulan dari aplikasi ini adalah terapi pijat refleksi kaki efektif digunakan untuk penurunan tekanan darah pada responden hipertensi.
Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Dengan Menggunakan Terapi Murotal
Muhamad Fitriyadi;
Dewi Setyawati
Holistic Nursing Care Approach Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (284.378 KB)
|
DOI: 10.26714/hnca.v1i2.10987
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menyebabkan kematian di dunia. World Health Organization (WHO) mengestimasikan prevalensi hipertensi secara global sebesar 22 % dari total penduduk dunia. Dari sejumlah penderita, kurang dari seperlima yang mengendalikan tekanan darah. Hipertensi merupakan meningkatnya tekanan darah ≥140/90 mmHg. Pengobatan non farmakologis adalah menciptakan keadaan rileks. Mendengarkan Al Qur’an diyakini mendatangkan ketenangan jiwa dan mempengaruhi respon fisiologis termasuk tekanan darah. Studi ini menjelaskan perubahan terapi murotal Al Qur’an terhadap penurunan tekanan darah pasien hipertensi. Studi ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan, subjek berjumlah 2 pasien yang mengalami peningkatan tekanan darah. Instrument yang digunakan untuk mengukur tekanan darah yaitu sphygmomanometer digital yang sudah dikalibrasi, mendengarkan murotal melalui Mp3 surat Al-Kahfi ayat 1-28 yang dilantunkan Muzammil Hasballah dengan headphone menutup seluruh telinga dengan diameter 7 cm, kemudian responden tidur berbaring rileks mata terpejam mendengarkan lantunan ayat suci selama 15 menit selama 3 hari setelah sebelumnya minum obat amlodipin 10 mg jeda waktu 2 jam dan tekanan darah diukur sebelum dan sesudahnya dan mendapatkan hasil penurunan tekanan darah sistolik 56 mmHg dan diastolik 36 mmHg. Simpulan studi ini adalah terapi murotal dapat menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.
Aplikasi baby massage pada asuhan keperawatan bayi sehat untuk meningkatkan kualitas tidur dan kelancaran buang air besar
Dera Alfiyanti;
Amin Samiasih;
Harvina Sindy Prastiwi
Holistic Nursing Care Approach Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (397.434 KB)
|
DOI: 10.26714/hnca.v2i1.8776
Pijat bayi sebagai salah satu bentuk bahasa sentuhan ternyata memiliki efek yang positif untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pelaksanaan pijat bayi oleh dukun bayi banyak yang tidak sesuai dengan teknik pijat bayi yang terdapat dalam pedoman pijat bayi menurut kesehatan. Dalam rangka meningkatkan sentuhan fisik seperti belaian, pelukan, dan pijatan lembut yang akan meningkatkan ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengetahui efektifitas pijat bayi terhadap peningkatan lama waktu tidur dan kelancaran buang air besar (BAB) pada bayi. Jenis studi kasus ini merupakan descriptif study yaitu menerapkan studi kasus dengan proses tindakan keperawatan berupa intervensi, implementasi, dan evaluasi. Sample berjumlah 4 bayi dengan 2 bayi mengalami gangguan tidur dan 2 bayi mengalami gangguan buang air besar (konstipasi). Tempat studi kasus di lakukan di wilayah kerja puskesmas Kedungmundu. Hasil penerapan pijat bayi yang diterapkan selama 6 hari/pasien tersebut terbukti sangat efektif untuk diaplikasikan di wilayah kerja puskesmas Kedungmundu, dari ke empat bayi tersebut lebih tenang, tidak rewel, kebutuhan tidur terpenuhi dan BAB lancar
Penurunan Nyeri dengan Intervensi Kombinasi Terapi Relaksasi Pernafasan dan Terapi SEFT pada Pasien dengan Kanker Servik Stadium IIIB
Amalia Warnandiah Safitri;
Machmudah Machmudah
Holistic Nursing Care Approach Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (506.438 KB)
|
DOI: 10.26714/hnca.v1i1.8252
Kanker servik merupakan kanker primer karena adanya infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Nyeri pada pasien kanker servik stadium lanjut merupakan nyeri kronis yang bersifat subjektif. Terapi SEFT merupakan suatu teknik penggabungan dari sistem energi tubuh (energy medicine) dan terapi spiritualitas dengan menggunakan metode tapping (ketukan) pada tubuh. Sebelum dilakukan terapi SEFT pasien dirilekskan dengan metode relaksasi nafas dalam 3 kali tarikan nafas setelah itu lakukan terapi SEFT 1 kali setiap pertemuan dengan kisaran waktu 15 menit selama 3 hari dengan pertemuan tidak terstruktur mengikuti pola pada responden. Responden pada penerapan ini yaitu pasien kanker servik stadium IIIB. Hasil menunjukkan adanya penurunan skala nyeri dari skala sedang menjadi ringan pada pasien kanker servik stadium IIIB dengan intervensi terapi relaksasi nafas dalam dan terapi SEFT. Analisis kasus 1 hari pertama skala nyeri 4, sampai di hari ke ketiga skala nyeri mengalami penurunan menjadi 3, untuk kasus 2 hari pertama skala nyeri 3, sampai hari ke ketiga mengalami penurunan menjadi 2. Hasil studi kasus ini menunjukkan bahwa relaksasi nafas dalam dan terapi SEFT mampu menurunkan skala nyeri. Pada kasus kali ini peneliti menggunakan dua responden pasien penderita kanker servik dengan stadium IIIB. Spiritual Emosional Freedom Technique (SEFT) bekerja dengan prinsip yang kurang lebih sama dengan akupuntur & akupressur. Teknik ini berusaha merangsang titik-titik kunci di sepanjang 12 jalur energi (energi meridian) tubuh yang sangat berpengaruh pada kesehatan kita. Terapi nonfarmakologi relaksasi pernafasan dan terapi SEFT mampu menurunkan skala nyeri pada pasien kanker servik.
Rendam Kaki Menggunakan Air Hangat pada Lansia dengan Hipertensi
Tari Nurapiani;
Mohamad Fatkhul Mubin
Holistic Nursing Care Approach Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (249.728 KB)
|
DOI: 10.26714/hnca.v1i2.10992
Proses penuaan secara degeneratif yang akan berdampak pada perubahan-perubahan pada diri manusia tersebut, tidak hanya perubahan fisik, tetapi juga kognitif, perasaan, sosial dan seksual. Salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hipertensi menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius, karena jika tidak terkendali akan berkembang dan menimbulkan komplikasi yang berbahaya. Terapi rendam kaki menggunakan air hangat adalah salah satu penanganan non-farmakologi. Tujuan dari penerapan ini adalah mengetahui tingkat efektifitas terapi rendam kaki menggunakan air hangat dapat menurunkan hipertensi pada lansia. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif. Sampel diambil 2 lansia dan dikelola selama 3 hari dengan pemberian tindakan keperawatan berupa terapi rendam kaki menggunakan air hangat dengan frekuensi 1 kali/hari selama 20 menit. Pengumpulan data dengan wawancara dengan keluarga, observasi dan pengukuran tekanan darah menggunakan sphymomanometer digial. Setelah dilakukan implementasi ada perbedaan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi pemberian terapi rendam kaki menggunakan air hangat terjadi penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi. Rata-rara penurunan pada ke 2 lansia yang dilakukan implementtasi selam 3 hari yaitu sistolik 10,5 mmHg diastolik 7 mmHg dan MAP 8,5 mmHg. Terapi rendam kaki menggunkan air hangat efektif menurunkan tekanan darah yang dialami lansia.
Penerapan terapi murottal Al Qur’an untuk mengurangi intensitas nyeri pada pasien post ORIF
Rexy Pristiadi;
Chanif Chanif;
Tri Hartiti
Holistic Nursing Care Approach Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (251.855 KB)
|
DOI: 10.26714/hnca.v2i2.10380
Pasien pasca pembedahan pasti akan mengalami nyeri karena terjadi kerusakan jaringan karena proses pembedahan. Teknik distraksi dengan terapi murottal Al-Qur’an merupakan penatalaksanaan nyeri non farmakologi yang paling efektif. Tujuan dari studi kasus ini yaitu untuk mengetahui perbedaan nyeri pada pasien post orif sebelum dan sesudah diberikan terapi murottal Al-Qur’an. Studi kasus ini adalah studi deskriptif dengan mendeskripsikan manajemen kasus dalam menerapkan EBN terapi murottal Al-Qur'an dengan menggunakan pendekatan asuhan keperawatan. Instrumen yang digunakan yaitu DDQ, Numeric Rating Scale (NRS), dan Mp3 surah Ar-Rahman sebanyak 78 ayat. Subyek studi kasus ini sejumlah 3 orang yaitu pasien post orif yang mengalami nyeri lebih dari skala 3. Hasil dari studi kasus ini terdapat penurunan nyeri terhadap ketiga pasien selama 3 hari dengan rata-rata 1 skala setiap harinya. Nyeri pada pasien post Orif dapat turun setelah diberikan terapi murottal.
Teknik Akupresur Titik Hegu (LI4) Menurunkan Intensitas Nyeri Dismenore Pada Remaja
Ida Dwi Revianti;
Arief Yanto
Holistic Nursing Care Approach Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (455.636 KB)
|
DOI: 10.26714/hnca.v1i1.8265
Dismenore merupakan salah satu gangguan saat menstruasi yang berasal dari kram uterus. Pentingnya dismenore untuk ditangani karena terbukti timbulkan dampak negatif bagi remaja antara lain yaitu seringkali merasa lelah dan lemah, apabila tidak ditangani, nyeri akan menyebar ke pinggang bahkan hingga paha yang kemudian disusul dengan mual muntah. Salah satu penatalaksanaan nyeri secara non famakologi adalah teknik akupresur pada titik hegu (LI4). Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik akupresur titik hegu (LI4) terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore. Desain studi yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subjek studi kasus yaitu remaja perempuan yang mengalami dismenore. Teknik sampling studi kasus ini menggunakan metode purposive sampling untuk mengumpulkan 3 responden dengan menggunakan kriteria inklusi. Penerapan akupresur dilakukan selama 3 hari, 1 kali sehari dengan durasi 20 menit. Hasil studi kasus menunjukkan adanya penurunan rerata intensitas nyeri pada ketiga subjek studi setelah dilakukan teknik akupresur titik hegu (LI4). Subjek studi kasus 1 terjadi penurunan rerata sebesar 85,71%. Subjek studi kasus 2 terjadi penurunan rerata sebesar 80% dan subjek studi kasus 3 terjadi penurunan rerata sebesar 66,67%. Hasil rata-rata penurunan intensitas nyeri dari ketiga klien didapatkan sebesar 77,46%. Teknik akupresur titik hegu (LI4) mampu menurunkan intensitas nyeri dismenore.
Penerapan Kompres Hangat Untuk Menurunkan Suhu Tubuh Pada Anak Dengan Hipertermia
Ida Faridah;
Edy Soesanto
Holistic Nursing Care Approach Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (270.904 KB)
|
DOI: 10.26714/hnca.v1i2.10988
Demam pada anak merupakan akibat dari perubahan pada pusat panas (termoregulasi) di hipotalamus, demam dapat membahayakan keselamatan anak jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat akan menimbulkan komplikasi lain seperti, hipertermi, kejang dan penurunan kesadaran. Penerapan kompres hangat ini merupakan salah satu terapi komplementer yang dapat diberikan untuk membantu mengendalikan dan menurunkan suhu tubuh Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompres hangat terhadap penurunan suhu tubuh pada pasien dengan hipertermia.Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif. Sampel diambil 2 anak yang mengalami febris >38,5 ºC dan dikelola selama 3 hari dengan pemberian tindakan keperawatan berupa terapi pemberian kompres hangat dengan frekuensi 2 kali/hari selama 10 menit saat demam. Pengumpulan data menggunakan buku status, wawancara, observasi dan metode proses keperawatan. Bahan yang di gunakan menggunakan air hangat suhu 36,5ºC-37,5ºC dengan termometer air, menggunakan waslap dan alat untuk mengukur suhu tubuh menggunakan termometer digital. Terdapat penurunan suhu tubuh pada 2 responden yang mengalami hipertermia menggunakan terapi kompres air hangat selama 3 hari pada responden 1 39,3ºC menjadi 37,3º dan pada responden ke 2 terjadi penurunan suhu dari suhu awal 38,5 ºC setelah 3 hari menjadi 36,6oC. Hasil perawatan menunjukan bahwa terjadi penurunan suhu sesuai target yang ingin di capai menjadi suhu normal. Terapi kompres hangat efektif untuk menurunkan suhu tubuh yang dialami anak hipertermia
Aplikasi pemberian teh bunga Rosella terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi
Radika Zulfikha Isnaen;
Warsono Warsono
Holistic Nursing Care Approach Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (357.802 KB)
|
DOI: 10.26714/hnca.v2i1.8956
Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas batas normal. Dimana tekanan sistolik diatas 140 mmHg dan tekanan diastolik diatas 90 mmHg, dan itu terjadi secara terus menerus lebih dari 1 periode. Menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi tidak hanya dengan terapi farmakologi, dapat juga menggunakan terapi non farmakologi. Banyak terapi non farmakologi yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah, salah satunya pemberian seduhan teh bunga rosella. Tujuan dilakukan aplikasi tersebut untuk menurunkan tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi. Metode yang dilaksanakan pada penelitian ini adalah Descriptive study. Jumlah responden 2 orang menderita hipertensi, berjenis kelamin perempuan, berumur 35-60 tahun. Diberikan seduhan teh bunga rosella selama 7 hari setiap pagi hari sebelum sarapan sebanyak 3 kuntum bunga dalam 200 ml air. Hasil studi kasus menunjukkan adanya penurunan tekanan darah setelah responden diberikan terapi seduhan teh bunga rosella. Sehingga dapat disimpulkan bahwa seduhan teh bunga rosella dapat menurunkan tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi.
Penerapan Teknik Pernapasan Buteyko terhadap Perubahan Hemodinamik Pada Asuhan Keperawatan Pasien Asma Bronchial
Swi Swasti Pratiwi;
Chanif Chanif
Holistic Nursing Care Approach Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (508.743 KB)
|
DOI: 10.26714/hnca.v1i1.8255
Asma bronkial merupakan penyakit pernapasan kronis yang disebabkan terjadinya penyempitan jalan napas akibat adanya reaksi hipersensitifitas pada bronkus, yang menimbulkan gejala berupa wheezing, batuk, dan sesak napas. Ketika pasien asma mengalami sesak, maka akan terjadi peningkatan frekuensi pernapasan dan penurunan saturasi oksigen yang apabila tidak segera ditangani maka dapat menyebabkan pasien kekurangan oksigen (hipoksia) yang berujung pada kematian. Tujuan studi kasus ini adalah menerapkan teknik pernapasan buteyko yang dikombinasikan dengan terapi bronkodilator untuk penurunan frekuensi pernapasan dan peningkatan saturasi oksigen pada asuhan keperawatan pasien asma. Metode yang digunakan deskriptif studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek studi kasus adalah pasien asma bronkhial sejumlah 3 pasien yang didapatkan secara incidental. Intervensi yang diberikan berupa teknik pernapasan buteyko selama ±15 menit setelah pasien mendapatkan terapi bronkodilator. Hasil studi ini menunjukan bahwa terdapat penurunan frekuensi pernapasan dan peningkatan saturasi oksigen pada pasien asma bronkhial yang diberikan terapi pernapasan buteyko dengan rata-rata frekuensi pernapasan pada ketiga pasien adalah 25x/menit, dan rata-rata saturasi oksigen pada ketiga pasien adalah 100%. Teknik pernapasan buteyko dapat digunakan sebagai salah satu penatalaksanaan kombinasi untuk mengurangi gejala asma bronkhial.