Penelitian ini mengungkapkan: (1) perbedaan pengaruh metode latihan interval dan kontinyu terhadap ketepatan smash open, (2) perbedaan pengaruh kemampuan koordinasi tinggi dan koordinasi rendah, dan (3) interaksi metode latihan dan koordinasi terhadap ketepatan smash open. Metode penelitian ini adalah eksperimen faktorial 2 x 2. Instrumen koordinasi dengan lempar-tangkap, untuk ketepatan smash dari Laveage dimodifikasi Tim Peneliti FIK. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Ada perbedaan pengaruh metode latihan interval dan kontinyu terhadap ketepatan smash, terbukti dari nilai p = 0.000 0.05, metode latihan interval lebih tinggi (baik) dibandingkan metode latihan kontinyu, (2) Ada perbedaan pengaruh koordinasi tinggi dan koordinasi rendah terhadap ketepatan smash open, terbukti dari nilai p = 0.000 0.05, atlet yang memiliki koordinasi tinggi lebih tinggi dibandingkan koordinasi mata rendah, dan (3) Ada interaksi antara metode latihan dan koordinasi terhadap ketepatan smash open, terbukti dari nilai p = 0.038 0.05.
Copyrights © 2019