Masalah dalam penelitian ini adalah kesulitan siswa dalam berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran menulis narasi siswa kelas V di SDN Lengkong Kecamatan Bandung, upaya guru dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam menulis narasi dan kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa pada pengembangan kritis berpikir dalam menulis naratif. Sampel penelitian di sekolah dasar Pelita dan sekolah dasar Karangpawulang menggunakan teknik purposive sampling pada 283 siswa dan 5 guru. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan observasi, tes dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) kemampuan berpikir kritis rata-rata siswa kelas V adalah sebesar 75,38 dan sedang. Indikator tertinggi adalah mengidentifikasi informasi yang relevan dari teks naratif sebesar 83,40% dan indikator terendah adalah analisis masalah pada teks naratif yaitu 63,48%, (2) Upaya guru dalam mengembangkan pemikiran kritis siswa tentang pembelajaran menulis narasi melalui tugas, pertanyaan dan menjawab dan memberikan arahan (3) Kendala yang dihadapi siswa dalam pengembangan berfikir kritis dalam menulis adalah kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah dan kesulitan dalam mengungkapkan ide ke dalam bentuk tulisan. Sedangkan kendala yang dihadapi oleh guru tidak tahu metode atau teknik dalam pembelajaran dan tidak ada penilaian berpikir kritis siswa. Ini karena guru tidak memahami indikator pemikiran kritis.
Copyrights © 2018