Unisia
Vol. 38 No. 84 (2016)

Makna Kebebasan Berpikir Dalam Diskursus Pemikiran Islam Kontemporer

Robby Habiba Abror (UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
23 Nov 2018

Abstract

Ketegangan perspektif dan ideologis tidak dapat ditampik berkaitan dengan semakin meruncingnya fenomena fundamentalisme Islam yang secara umum dimaknai sebagai representasi gerakan radikal dalam Islam. Radikalisme sesungguhnya ada dalam agama mana pun, tetapi ISIS belakangan telah mengentalkan tuduhan Barat bahwa Islam identik dengan terorisme. Gerakan Islam radikal dengan skripturalisme literalnya memasifkan wacana anti kebebasan dalam ruang masyarakat baru yang melekat dalam kesehariannya yakni media sosial. Sharing pemikiran yang demikian deras tampaknya menyemarakkan ideologisasi kaum skripturalis tersebut, padahal sesungguhnya tanpa independensi individual dan otonomi berpikir dapat menumpulkan akal sehat. Kebebasan berpendapat dan mengemukakan pendapat dipasung sedemikian rupa dan tradisi sharing berita (baca: copy paste) tersebut tidak dapat mendewasakan umat Islam sebagaimana spirit rahmatan lil ‘alamin. Islam moderat dapat mengatasi kejumudan berpikir dan meneguhkan diskursus pemikiran Islam kontemporer dimana pemikiran bebas, teologi pembebasan dan keadilan mendapatkan momentumnya.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

Unisia

Publisher

Subject

Religion Humanities Economics, Econometrics & Finance Education Social Sciences

Description

Unisia publishes research articles devoted to social sciences and humanities. The journal publishes current research on a broad range of topics, including religion, law, political science, sociology, psychology, economics, history, language, social work, geography, international studies, and women ...