Tulisan ini membahas tentang kronologi pewahyuan Al-Qur’an dan pengilhaman Bible. Uniknya, permasalahan ini selalu menjadi menarik bagi para cendekiawan muslim dalam setiap kurun waktu meskipun isu ini sudah terbilang lama namun tidak pernah berhenti untuk diperbincangkan. Maka, dalam penelitian ini setidaknya ada tiga hal yang menjadi pertanyaan pokok, Pertama, bagaimana proses pewahyuan Al-Qur’an?, kedua, bagaimana proses pengilhaman Bible?, ketiga, bagaimana pengaruh proses pewahyuan Al-Qur’an dan Bible terhadap masing-masing pemeluknya?. Artikel ini hendak membantah opini Noldeke yang mengkritik kesejarahan Al-Qur’an yang menurutnya telah terjadi pendistorsian secara fatal. Artikel ini mengembangkan teori Wilhelm Schmidt bahwa semua agama berasal dari monoteisme. Teori yang digunakan dalam riset ini adalah sosiologi pengetahuan Peter L Berger yang berusaha mengungkap makna yang dirasakan oleh komunitas muslim dan nasrani saat turunnya wahyu. Artikel ini berkesimpulan bahwa kronologi turunnya Al-Qur’an dan Bible yang sudah dijelaskan di atas telah memberikan banyak fakta bahwa Al-Qur’an dan Bible turun dalam kurun waktu dan kondisi sosial yang jauh berbeda. Secara metodis, pewahyuan Al- Qur’an mengalami dua fase, yaitu metafisik dan alam fisik. Sedangkan Bible termasuk dalam metode organis yakni Tuhan Yesus meniupkan Roh Kudus kepada para manusia pilihannya, misal Paulus dan Markus, untuk menyampaikan pesan-pesannya.
Copyrights © 2021