Membimbing siswa untuk berpikir kreatif merupakan bagian penting dari proses Pendidikan untuk memenuhi keterampilan yang dibutuhkan di abad ke-21 dengan kurikulum 2013. Berpikir kreatif adalah cara berpikir seseorang untuk menciptakan ide-ide baru yang berbeda dari lainnya, kemampuan ini dapat dikembangkan dari berbagai macam pendekatan dan media yang dapat menumbuhkan kreatifitas siswa seperti pendekan STEM salah satunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar keefektifan STEM terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Metode penelitian menggunakan meta analisis, yaitu mereview, mendata dan menganalisis terbitan sebelumnya yang dikumpulkan dari database pengindeks seperti Google Scholar, Portal Garuda, PubMed. Dari database tersebut didapatkan 30 data dengan kategori lengkap yaitu data (jurnal, artikel, skripsi) hasil penelitian yang memuat nilai uji fisher (F), uji student (t), uji korelasi (r), dan jumlah peserta didik yang menjadi sampel penelitian (N), kemudian data yang di filter digunakan untk mendapatkan effect size (ES) dan standart error (SE), yang kemudian dianalisis menggunakan bantuan software JASP. Hasilnya secara keseluruhan dari 30 data sampel didapatka nilai rata-rata ES dan SE berturut-turut 0.579762 dan 0.14298, yang menunjukkan pendekatan STEM berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa dengan RE-Model 57% yang berarti kategori sedang. Dan dari output berdasarkan jenjang, STEM paling berpengaruh di jenjang SMA/MA dengan sampel sebanyak 11 data menghasilkan output RE-Model 65% yang berarti kategori sedang. Dan juga Dapat disimpulkan bahwa pendekatan STEM paling efektif pada bidang focus Sains sebanyak 20 data yang terbagi menjadi beberapa cabang seperti fisika, geografi menunjukkan RE-Model 59% yang berarti kategori sedang.
Copyrights © 2022