Semenjak masuknya COVID-19 ke Indonesia, pemerintah mulai memberlakukan proses pembelajaran secara daring. Pembelajaran daring diberlakukan mengharuskan murid belajar dari rumah masing-masing untuk mencegah penyebaran COVID-19. Pembelajaran daring menjadi tantangan tersendiri bagi para guru, siswa dan juga orangtua dalam mengikuti dan membimbing murid belajar dari rumah. Salah satu permasalahan yang ditemukan oleh penulis saat melakukan Program Pengalaman Lapangan 2 di salah satu sekolah yang berada di Labuan Bajo, yaitu tidak semua siswa kelas IV SD terlibat aktif saat pembelajaran daring khususnya sesi sinkronus. Salah satu unsur penting dalam proses pembelajaran daring adalah keaktifan murid. Pembelajaran dapat berjalan dengan maksimal jika murid juga ikut terlibat aktif saat pembelajaran. Proyek akhir ini dikaji dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Secara khusus mengkaji bagaimana implementasi metode tanya jawab untuk meningkatkan keaktifan murid pada pembelajaran sinkronus, dan bagaimana peran guru Kristen dalam meningkatkan keaktifan murid kelas 4 SD pada pembelajaran sinkronus melalui metode tanya jawab. Dengan demikian, tujuan penulisan proyek akhir ini memaparkan implementasi metode tanya jawab dalam meningkatkan keaktifan murid kelas IV SD, dan memaparkan peran guru dalam meningkatkan keaktifan murid melalui metode tanya jawab.
Copyrights © 2022